Durasi Waktu Baca : 4 Menit
Jakarta, Sekolah Cikal Lebak Bulus.Proses belajar anak berkebutuhan khusus sejatinya akan semakin optimal dengan menghadirkan kegiatan explorasi di luar kelas, salah satunya dengan pembelajaran kontekstual melalui perjalanan budaya.
Di Sekolah Cikal Lebak Bulus, murid-murid kelas 6 SD dengan kebutuhan khusus yang mendapatkan pendampingan di Pendidikan Inklusi Cikal Lebak Bulus mengikuti kegiatan perjalanan budaya bertajuk Overnight Field Trip ke Bali pada Desember 2025.
(Perjalanan Budaya bagi ABK tumbuhkan kepercayaan diri. Dok.Cikal) Apa pengaruh perjalanan budaya bagi murid-murid dengan kebutuhan khusus dan bagaimana gambaran pendampingan perjalanannya? Simak selengkapnya penjelasan dari 3 guru ahli dari Pendidikan Inklusi Cikal Lebak Bulus, yakni Astri Nursifa (Homeroom Pendidikan Inklusi Cikal), Izebelle Angela (Homeroom Pendidikan Inklusi Cikal), dan Naaraparasantya Adji (Homeroom Pendidikan Inklusi Cikal) di bawah ini! Astri Nursifa, Homeroom Pendidikan Inklusi Cikal, menyatakan bahwa perjalanan budaya ke Bali yang diikuti oleh murid-murid SD Cikal Lebak Bulus dengan kebutuhan khusus di kelas 6 adalah bagian dari proses belajar mengenai bagaimana mengekspresikan diri di program akademik inklusi di Sekolah Cikal Lebak Bulus. “Pada semester sebelumnya, Murid kelas 6 dengan kebutuhan khusus yang mengikuti program Akademik Pendidikan inklusi Cikal dengan program terintegrasi Social Studies dan English Acquisition mempelajari unit How We Express Ourselves. Dalam unit ini, murid mengeksplorasi berbagai bentuk ekspresi yang dapat digunakan untuk mengekspresikan diri.” ungkapnya. Merujuk pada cara belajar Cikal yakni memberdayakan konteks, perjalanan budaya ke Bali merupakan salah satu gambaran untuk memberikan pengalaman kontekstual untuk belajar mengekspresikan diri, khususnya dalam seni. “Kegiatan pembelajaran ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang kontekstual kepada murid dengan kebutuhan khusus bahwa terdapat beragam cara untuk mengekspresikan diri, salah satunya melalui seni. Salah satu contoh yang dipelajari adalah budaya Bali dengan segala keunikan bentuk ekspresinya.” jelasnya. Baca Juga : 6 Murid Kebutuhan Khusus SMA Cikal Lebak Bulus Unjuk Karya di Astra Infra Sustainability Fest 2025 Tim Peneliti Muda SMA Cikal Surabaya Ubah Video Brain-Rot Jadi Media Belajar ABK Dalam perjalanan budaya ke Bali, para murid belajar mengekspresikan diri, melalui kegiatan melukis, menggambar, menari, dan mengenakan pakaian tradisional Bali. Menurut 3 Pendidik Ahli Pendidikan Inklusi Cikal, yakni Astri, Izebelle, dan Naara, tedapat 3 pengaruh signifikan dalam pengembangan diri murid dengan kebutuhan khusus di perjalanan budaya ke Bali, antara lain sebagai berikut. Astri Nursifa, Homeroom Pendidikan Inklusi Cikal, menyatakan bahwa perjalanan budaya dan beraktivitas kebudayaan di Overnight Field Trip ke Bali mendukung murid dengan kebutuhan khusus mengasah kemandirian dan manajemen diri di lingkungan baru. “Untuk beberapa anak PIC yang mampu untuk mengikuti kegiatan OFT dianjurkan mengikuti OFT ya, karena bisa melatih kemampuan mandiri, self management dalam mengadaptasikan diri di lingkungan baru, aspek sosialisasi karena di kegiatan ini banyak kegiatan kelompok, dan problem solving.” ucapnya. Baca Juga : Bekali Murid Tumbuh Tangguh dan Siap Hidup, Ini Cerita Pameran CAS SMA Cikal Amri Setu 2026 Pengaruh kedua yang secara siginifikan dikembangkan dalam perjalanan budaya bagi murid dengan kebutuhan khusus adalah mengelola emosi dan mengekspresikan diri. Hal ini akan memberikan dukungan bagi murid dengan kebutuhan khusus untuk secara perlahan memahami diri sendiri. “Karena sebagian anak dengan kebutuhan khusus memiliki hambatan dalam mengelola emosi dan mengekspresikan diri, kegiatan ini sangat membantu mereka dalam memahami diri sendiri. Contohnya, memberikan warna pada topeng yang mengekspresikan ekspresi marah dengan melukisnya menggunakan warna merah. Mengekspresikan perasaan excited melalui tarian atau gerakan tertentu.” ujarnya. Baca Juga: Murid TK Cikal Bandung Belajar Kebudayaan Sunda ke Sindang Reret Izebelle Angela, salah satu homeroom Pendidikan Inklusi Cikal yang turut mendampingi murid dengan kebutuhan khusus kelas 6 di SD Cikal Lebak Bulus ke perjalanan budaya ke Bali, mengungkapkan bahwa perjalanan budaya melalui Overnight Field Trip murid dengan kebutuhan khusus melatih kemampuan fokus dan percaya diri. “para murid PIC juga berlatih meningkatkan kemampuan kerjasama, fokus, dan percaya diri ketika tampil menari. Sehingga dari sini dapat diketahui bahwa tidak hanya proses akademik saja namun kebutuhan sosio-emosional mereka juga dilatih. Dengan ini murid dengan berkebutuhan khusus mengenal bahwa setiap orang memiliki kemampuan dan ketertarikan yang berbeda-beda yang mana ketika mereka mengenal konsep tersebut dapat menambah pengetahuan mereka untuk mengoptimalkan kekuatan yang mereka punya.” tambahnya. Baca Juga: 10 Murid SMP Cikal Lebak Bulus Tantang Diri di Kompetisi Fisika Tingkat Nasional Dalam perjalanan budaya yang digelar oleh SD Cikal Lebak Bulus, murid dengan kebutuhan khusus, menurut Naaraparasantya Adji (homeroom Pendidikan Inklusi Cikal) juga dilatih kemampuannya untuk menjaga diri dan memperhatikannya sekitarnya untuk melatih kepekaan diri saat berkegiatan bersama teman-teman dan guru. “Mengoptimalkan kemampuan fokus anak dapat dilakukan dalam banyak kesempatan. Kegiatan Field Trip seperti ini adalah kesempatan yang bagus karena anak dikondisikan untuk terus berkegiatan bersama teman-teman. Anak dengan kebutuhan khusus dorongan bagi anak untuk menjaga diri sendiri dan memperhatikan sekitarnya.” ucapnya. Baca Juga : Perlukah Care Giver ABK Diberikan Pelatihan di Sekolah Inklusif? Ini Pandangan Ahli dari Cikal Naara juga menjelaskan bahwa perjalanan dan kegiatan budaya murid dengan kebutuhan khusus ke Bali dapat menjadi sarana untuk murid dengan kebutuhan khusus belajar berlatih cara berkomunikasi saat mendengarkan pemaparan dari ahli budaya Bali. “Kunjungan lapangan menyediakan situasi dan kondisi ruang publik yang organik. Diantaranya, anak-anak mendapat kesempatan untuk menyaksikan langsung pemaparan dari ahli, melihat keterlibatan teman-teman seusianya, serta bagaimana cara berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain.” tuturnya. Baca Juga : 2 Peran Penting Saudara Sekandung untuk Optimalisasi Hidup Anak Berkebutuhan Khusus Dalam perjalanan budaya di Overnight Field Trip ke Bali yang bersifat tidak wajib ini, para pendidik yang mendampingi murid dengan kebutuhan khusus menetapkan pendampingan dengan personal agreement atau persetujuan individu dan keluarga akan pendampingan serta adanya akomodasi pendampingan dengan beberapa opsi, 1:1, 1:2, dan 1:3 (satu guru dengan 1-3 murid). Menurut Astri Nursifa, keberangkatan perjalanan budaya murid dengan kebutuhan khusus di SD Cikal Lebak Bulus dipertimbangkan dalam beberapa hal, dari sisi kemandirian dan bina diri. “Tidak semuanya anak PIC kelas 6 disarankan mengikuti kegiatan ini. KArena ada beberapa pertimbangan diantaranya kesiapan kemandirian dan keterampilan bina diri anak. Setiap anak yang ikut akan diberikan pendampingan oleh guru Pendidikan Inklusi Cikal dengan komposisi guru dan anak 1:2 atau 1:3 orang tergantung tingkat kesiapan anak.” ujarnya. Baca Juga : Bukan Membebani atau Bergantung, Ini Makna Bangun Kelekatan ABK dengan Saudara Kandung! Dalam perjalanan budaya ke Bali, Astri Nursifa menuturkan bahwa terdapat 3 kompetensi kunci yang berusaha dikembangkan oleh Sekolah Cikal merujuk pada 15 kompetensi Cikal, yakni Reflektif, Berkomitmen, dan Mandiri. “Kegiatan field trip budaya Bali memberikan pengalaman belajar autentik yang mendukung pengembangan bintang Cikal, Pelajar Merdeka (Self-Regulated Learner), khususnya melalui penguatan kompetensi Reflektif (Reflective), Komitmen (Committed), dan Mandiri (Self-reliant) pada anak-anak dengan kebutuhan khusus. Berada di luar rutinitas sekolah menempatkan peserta didik pada situasi nyata yang menuntut kemampuan mengatur diri, menyesuaikan strategi, dan mengambil peran aktif dalam proses belajar.” imbuhnya. (*) Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal Narasumber : Astri Nursifa (Homeroom Pendidikan Inklusi Cikal) Izebelle Angela (Homeroom Pendidikan Inklusi Cikal) Naaraparasantya Adji (Homeroom Pendidikan Inklusi Cikal) Editor : Layla Ali Umar Penulis : Salsabila Fitriana
Perjalanan Budaya dari Program Akademik Inklusi di Sekolah Cikal
Pengaruh Perjalanan dan Kegiatan Budaya Pada ABK
Asah Kemandirian dan Manajemen Diri
Asah Kemampuan Mengelola Emosi dan Ekspresi Diri
Asah Kepercayaan Diri dan Fokus
Latih Kepekaan Diri ABK terhadap Sekitarnya
Asah Kemampuan Berkomunikasi ABK
Pendampingan Guru dalam Perjalanan Budaya ABK ke Bali
Penguatan 3 Kompetensi Diri ABK
Informasi Cikal Support Center