Berkunjung ke Sekolah Cikal Serpong, Biksu Chuan Xiu Berbagi Pengetahuan, dan Pesan Kebaikan pada Murid

Serpong, Sekolah Cikal. Dikenal sebagai salah satu sekolah inspiratif Indonesia, Sekolah Cikal memegang peranan penting dalam menggerakkan pendidikan toleransi dan keberagaman bagi anak-anak sejak usia dini untuk memahami, dan menghargai perbedaaan. 


Pada (29/10) salah satu lokasi Sekolah Cikal yang berada di Tangerang Selatan, yakni Sekolah Cikal Serpong menerima kunjungan dari salah satu pemuka agama Buddha yakni Biksu Chuan Xiu untuk mengenalkan mazhab Buddhisme Mahayana dan juga memberikan pesan kebaikan dari filosofi alat dharma. 


(Momen foto bersama Biksu Chuan Xiu dengan para murid saat berkunjung ke Sekolah Cikal Serpong Dok. Cikal)


Mengenalkan Mazhab Buddhisme Mahayana 


Berawal dari rasa ingin mengunjungi Sekolah Cikal untuk merasakan suasana yang bermakna dalam proses pembelajaran di Cikal, serta membangun interaksi yang bermakna di antara anggota komunitas, Biksu Chuan Xiu pun memperoleh pengalaman dan penerimaan yang luar biasa hangat. 



(momen Biksu Chuan Xiu memperkenalkan cara bernamaskara di hadapan murid Cikal. Dok. Cikal)


Dalam sesi kunjungan ke Sekolah Cikal Serpong, Biksu Chuan Xiu memperkenalkan pengetahuan mengenai Mazhab Buddhisme Mahayana kepada para murid Sekolah Cikal Serpong yang beragama Buddha. 


“Hari ini saya memperkenalkan mazhab dalam buddhisme, lalu memperkenalkan alat-alat untuk sembahyang (faachi) alat sembahyang secara mahayana, dan belajar bernamaskara (cara berhormat) sampai berlutut dan bersujud.  Intinya belajar cara bernamaskara, perkenalan alat sembahyang dan nilai di dalamnya ke murid.” ucapnya.


Mengajarkan Filosofi Alat Dharma 


Selain memperkenalkan cara bernamarkara, Biksu Chuan Xiu juga mengajarkan dan mengajak murid melakukan refleksi kebaikan melalui beberapa alat-alat dharma yang diperkenalkan, antara lain, Ghanta (mewakili filosofi keburukan) dan Muyi (mewakili refleksi kebaikan). 


“Seperti alat-alat perkenalkan yang di dalamnya ada nilai-nilai positif nilai kebaikan dan kesejukan. Suhu berharap, para murid dan guru yang tergabung, saya berharap bisa menjadi insan yang dapat menerapkan nilai kebaikan, nilai filosofisnya dari alat yang diperkenalkan: ada kesejukan, ada kebaikan.” tuturnya.




(Biksu Chuan Xiu memperkenalkan filosofi alat-alat dharma pada murid beragama Buddha di Sekolah Cikal Serpong. Dok. Cikal)


Biksu Chuan Xiu memperkenalkan refleksi alat dharma yakni Ghanta dan Muyi sebagai berikut, 


  • Ghanta : Satu pukulan ghanta suara menggema, tidak hilang dan masih terdengar. Sebaliknya, Muyi : Sekali pukul atau bahkan ratusan kali bunyinya langsung hilang. 

    • Ganta merefleksikan keburukan, sekali pukul masih terdengar.

    • Refleksi : 100 hari kebaikan, saat 1 kali berbuat buruk, maka seratus hari kebaikan akan dilupakan dan satu keburukan akan selalu diingat. 

    • Pesan : Setiap orang harus senantiasa melakukan kebaikan dan harus berjuang merawat kebaikan, dan berusaha untuk tidak melakukan perilaku buruk. Lakukan kebaikan, rawatlah kebaikan. Hindari perilaku buruk, jangan sampe dilakukan kita dan menghancurkan dan menutupi kebaikan kita. 


Salah satu murid Cikal yakni Atisha Prajna, murid kelas 7 Sekolah Cikal Serpong, mengatakan bahwa sesi belajar bersama biksu Chuan Xiu menyenangkan dan memberikan pengetahuan baru mengenai aliran buddha Mahayana. 


Cikal sebagai Lentera Toleransi 


Menurut program manager Religion Studies Sekolah Cikal, Nyoman Aria Negara Kardha menyatakan rasa syukur dan antusiasme atas kehadiran dari Biksu Chuan Xiu di Sekolah Cikal dan berupaya memanfaatkan kesempatan baik ini untuk para murid. 


“Kami merasa terhormat dan beruntung saat Suhu Chuan Xiu ingin berkunjung ke Sekolah Cikal mengingat beliau merupakan salah satu tokoh agama yang dekat dengan generasi muda. Kami berupaya memanfaatkan kesempatan yang baik ini dengan cara membuat aktivitas untuk para murid Buddhis di Sekolah Cikal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan agar dapat berinteraksi secara langsung dengan Biksu Chuan Xiu.” ucap Aria. 


Di akhir sesi, Biksu Chuan Xiu mengemukakan apresiasi dan harapan pada Cikal atas keramahan dan keterbukaan menerima kunjungan bermakna yang dilakukan olehnya. Ia pun berharap Cikal dapat menjadi lentera toleransi ke komunitas yang lebih banyak lagi. 


“Saya mengenal Cikal sejak sesi ruang dialog bersama, saya rasa Cikal layak memperoleh apresiasi sebagai satu kekuatan besar untuk memelihara toleransi kesatuan dan NKRI. Saya berharap Cikal dapat melahirkan seperti namanya Cikal, mampu membentuk bibit-bibit yang bisa merawat melindungi toleransi keharmonisan dan kebhinekaan.  Semoga semua aktivitas akademik Cikal dapat hadir menjadi kesejukan bagi diri sendiri dan orang banyak, menjadi berkat bagi diri dan orang banyak, dan jadi insan penuh manfaat dimanapun berada.” tutupnya.


Kegiatan kunjungan Biksu Chuan Xiu tentunya dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat di Sekolah Cikal Serpong.  (*)

I'M INTERESTED