Durasi waktu baca: 3 menit
Surabaya, Sekolah Cikal Surabaya. Marsha, murid kelas 12 SMA Cikal Surabaya berkesempatan menjadi satu-satunya pelajar Indonesia yang mengikuti program pertukaran pelajar ke Australia selama tiga bulan dalam program Rotary Club of Shepparton yang diikuti oleh lebih dari 6 negara, yaitu Australia, Amerika, Brazil, Jepang, Finlandia, Jerman, dan lain sebagainya.
Bagi Marsha, program ini merupakan salah satu momen yang tidak hanya menambah wawasan dunia, tetapi juga membentuk dirinya lebih baik dan siap menghadapi dunia yang lebih luas. Seperti apa cerita pengalaman Marsha dan apa momen terbaik yang mengembangkan dirinya? Mari simak bersama! Baca Juga : Memahami Apa itu TKA, Penerapannya, dan Maknanya Bagi Murid di SMA Cikal Saat Marsha menceritakan perjalanan awal mengikuti program pertukaran pelajar ke Australia, ia mengungkapkan kesempatan ini didukung oleh Rotary Club of Shepparton dan menjadi murid Indonesia pertama dan satu-satunya yang difasilitasi oleh Rotary Club of Shepparton serta Rotary Indonesia. Murid Indonesia Pertama dan Satu-Satunya

(Marsha adalah satu-satunya pelajar SMA Indonesia yang terpilih program pertukaran pelajar Australia. Dok.Cikal)
“Pada awalnya, aku mendapat kabar bahwa terdapat slot exchange ke Australia. Aku pun mendaftar dan lolos seleksi tersebut. Pada program ini terdapat beberapa negara yang bisa dipilih, yaitu Australia, Amerika, Brazil, Jepang, hingga Jerman. Saat itu, aku adalah anak Indonesia pertama dan satu-satunya yang disponsori oleh Rotary Indonesia dan menjalani pertukaran pelajar selama tiga bulan.” ungkap Marsha. Baca Juga : Cerita Maritza, Murid SMA Cikal Serpong, Jadi Wakil Indonesia di Tech Girls Summer Camp 150 Negara! Selama pertukaran pelajar ke Australia selama tiga bulan, Marsha bersekolah di Shepparton Secondary College bersama murid dari negara lain. Ia pun menangkap beberapa perbedaan antara sekolah di Australia dan Indonesia. “Menurut aku, proses pembelajaran di Australia lebih ketat dan mereka sering sekali ada tes yang biasa disebut SAC (School Assessed Coursework). Pada saat kelas 12, mereka akan lebih ketat lagi karena semua tes yang mereka ambil akan menjadi bahan untuk ranking dengan murid seluruh murid Australia menuju perkuliahan.” kata Marsha. Marsha melanjutkan, selama di Australia ia tak hanya bersekolah formal, tetapi juga mengikuti kelas dance hingga berbagai program. “Selain bersekolah, disana aku dapat mengikuti kelas dance seperti salsa, performance class, dan ballet. Selain kelas dance, aku juga mengikuti Rotary club of Shepparton regular meeting setiap 2 minggu sekali. aku juga mengikuti program ke Airlie beach, Queensland bersama dengan exchange student yang lain dari German, Taiwan, Italia, dan juga Argentina. Dan juga aku mengikuti University of Melbourne open house.” lanjutnya. Baca Juga : Kisah Audrey, Murid SMP Cikal Lebak Bulus, Raih Penghargaan di YALE University Summer Camp 2023 Jauh dari keluarga di usia yang sangat muda selama berbulan-bulan tentu adalah wajar jika rindu rumah. Sama halnya yang dirasakan Marsha selama pertukaran pelajar di Australia. Namun, ia berhasil menghadapi tantangan adaptasi tersebut dengan cara yang positif. “Selama tiga bulan tersebut, aku tentu mengalami homesickness. Caraku untuk menghadapinya adalah mencoba untuk meluangkan waktu dan mengalihkan perhatian dengan mengobrol dengan host family, masak bareng, menjelajah kota, main board games, dan lain sebagainya.” kata Marsha. Marsha juga mengungkapkan, jauh dari keluarga di negara berbeda mendorongnya untuk lebih mandiri dan membentuk kedewasaan dirinya. “Aku merasa menjadi lebih mandiri dan dewasa dalam berpikir. Selama di sana, aku lebih banyak memasak untuk diri sendiri dan memasak masakan tradisional untuk host family. Menjalani pendidikan di luar negeri, membuat aku berpikir lebih luas dan membuatku mendapatkan banyak perspektif baru, skill, dan pengetahuan yang bermanfaat.” ujarnya. Baca Juga : Cerita Mayugra, Murid SMA Cikal Amri Setu, Wakili Indonesia di Tech Girls Summer Camp USA 2023 Sebagai murid SMA Cikal Surabaya yang selalu mengembangkan Kompetensi 5 Bintang Cikal, Marsha merasakan perkembangan nyata pada dirinya selama mengikuti program pertukaran pelajar di Australia. Salah satu Kompetensi 5 Bintang Cikal yang tumbuh dengan baik pada Marsha adalah Skillful dan Effective Learner (Pemikir Terlatih dan Efektif). “Aku juga merasa meningkat di Kompetensi Skillful and Effective Thinker, karena aku mendapatkan skill dan pengetahuan bermanfaat yang bisa diimplementasikan pada waktu saat ini atau juga sampai masa depan.” jelasnya. Di penghujung sesi wawancara, Marsha menyampaikan pesan untuk adik-adik atau teman-teman yang ingin mencoba program serupa. Menurutnya sebagai pelajar, harus terbuka dengan kesempatan apapun. “Jangan enggan untuk mengambil kesempatan, karena kesempatan tersebut bisa tidak akan ditemukan kembali, lalu berani mengambil keputusan, berani menolak, dan tetap percaya diri.” tutupnya.(*) Baca Juga : 5 Langkah Konselor SMA Cikal Surabaya Dampingi Murid Atasi Kebimbangan Memilih Jurusan dan Kampus Impian Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal Narasumber : Marsha, Murid SMA Cikal Surabaya Editor : Salsabila Fitriana Penulis : Rahma Yulia Kegiatan Selama Pertukaran Pelajar di Australia
Tantangan Adaptasi dan Pengembangan Diri
Tumbuh Menjadi Pribadi Pemikir Terlatih dan Efektif
Informasi Cikal Support Center