Murid Kelas 12 Sekolah Cikal Serpong Merilis “Mini


Tangerang Selatan, Sekolah Cikal. Menggerakkan pendidikan yang berfokus pada anak dan pengembangan kompetensi murid secara utuh di masa depan kini menjadi opsi terbaik orang tua dalam meningkatkan kepercayaan diri anak untuk belajar, bertumbuh, bahkan berkarya. 


Sebagai sekolah swasta nasional yang terkenal dengan pendidikan berbasis kompetensinya di beberapa kota di Indonesia, Sekolah Cikal kembali menghadirkan inovasi bentuk “asesmen yang unik dan berbeda”. Tergabung dalam “Twelve Keys Project” murid-murid program Musik kelas 12 SMA Sekolah Cikal Serpong merilis mini album berjudul “Perspective” sebagai bentuk ujian akhir yang dihadirkan dalam bentuk konser pada 8 April 2022 melalui kanal youtube Sekolah Cikal Official. 



(Bukan ujian tulis, program musik Sekolah Cikal Serpong beri ruang murid merilis mini album. Dok. Sekolah Cikal)






Mini Album “Perspective”, Isu Remaja dalam Lagu 


Dalam perilisan mini album “Perspective”, semua proses penciptaan lagu, lirik, aransemen musik, hingga publikasi dibuat oleh murid-murid kelas 12 Sekolah Cikal Serpong, yang terdiri atas 11 murid yakni Armin Mahardhika Santoso, Rifqi Muhamad Harshad, Keenan Avalokita Kirana, Priyanka Zahraa Canoneo, Reuben Ezera Agoes sebagai tim produksi, dan Aria Gaung Gentawijaya, Muhammad Hadevy Ichsan, Wan Muhammad Nabiel Arwindra, Soultan Harsya Ratuliu, Mohammad Azfar Almuzammil Yusup, dan Jeremy Cornelius Rajasa sebagai tim publikasi. 


Sebagai event director dan juga pendidik Program Musik Sekolah Cikal Serpong, Roby Nur Abadi menyatakan bahwa proyek perilisan mini album ini merupakan langkah mengabadikan proses perjalanan pembelajaran dan  pengembangan kompetensi musik dalam diri murid. 


“Sebagai pendidik, kami sudah memahami kompetensi kualitas pengembangan diri murid sejak kelas 7. Bagi kami setiap murid sudah memiliki kompetensi yang lebih spesifik di dalam dirinya, ada yang  jago dalam membuat musik, membuat lagu, bernyanyi, hingga desain. Nah, di sinilah kami ingin mengabadikan semua kekuatan, kompetensi  anak-anak dengan memberikan ruang bagi mereka mengembangkan dimensi-dimensi kompetensi, baik cerdas, inovatif, dan berpikiran terbuka dalam proses pembuatan musik.” ucap Roby. 


(Can You Understand? Salah satu lagu yang diciptakan oleh murid kelas 12 Sekolah Cikal Serpong, Keenan. Dok. Youtube Sekolah Cikal)


Mengangkat judul Perspective, mini album yang terdiri atas 5 lagu terbaik mengabadikan gagasan self-identity atau identitas diri remaja dalam bahasa Inggris, antara lain Acceptance, Bonnie or Johnny, Expectations, In a Chime, dan Can You Understand? 


Sebagai salah satu pencipta lagu, Keenan Avalokita Kirana menceritakan proses penciptaan lagu Acceptance dan Can You Understand? dilakukan berdasarkan refleksi sebagai remaja dan proses penciptannya sederhana. 


“Dalam proyek ini aku membuat dua lagu untuk dua penyanyi, lagu pertama judulnya acceptance, lagu ini bercerita mengenai insecurities dalam diri, why i am not perfect. Kedua, Can You Understand? tentang how to deal with people that pressure you. Bagiku prosesnya ngga ribet, aku hanya main di ukulele dan gitar, lalu menulis liriknya.” cerita Keenan. 


Sebagai arranger musik di mini album ini, Armin Mahardhika Santoso yang juga merupakan murid kelas 12 menyatakan bahwa dalam proses penyusunan album yang memakan waktu 9-10 bulan hambatan terletak pada penyesuaian lagu dan musik.


“Hambatan tentu ada, kami dalam pembuatan album ini, ups and downs, sempat ada waktu-waktu sulit dimana lagu dan musik tidak begitu cocok sehingga salah satu harus membuat ulang dari awal. Tetapi kita akhirnya kita bisa mengatasinya hingga pembuatan album ini selesai.” ucap Armin.



Program Musik Sekolah Cikal, Bukan Hanya Membuat Anak Pintar Main Musik


Sebagai Program Manager of Performing Arts Sekolah Cikal, Elia Yovan Chandra atau yang akrab disapa Yovan, menyatakan bahwa tujuan akhirnya dari program musik di Sekolah Cikal adalah mempersiapkan anak hadapi kehidupan nyata melalui kompetensi yang ditumbuhkan. 


“Sebagai pendidik, kami di Cikal ingin membuat program musik yang dapat mempersiapkan anak hadapi kehidupan nyata. Kita tahu, tidak semua murid akan menjadi seniman musisi, memiliki latar belakang seni, dan sebagainya. Sehingga kita ingin murid yang memilih program seni di Cikal,  khususnya musik, dapat belajar soft skill musik yang autentik dari praktik yang bermula dari keseharian mereka dan pelajaran yang bisa diterapkan di keseharian.” jelas Yovan. 



Ia juga menekankan bahwa secara esensial program musik di Cikal bukan hanya dihadirkan untuk membuat anak menjadi pintar bermusik, mengetahui konsep dari musik melainkan memiliki kemampuan untuk memahami seni dari musik tersebut di dalam kehidupan mereka sebagai remaja.


“Dalam mini album Perspective, self-identity yang diangkat tentu ditemukan sehari-hari, saat mereka belajar. Mereka dalam hal ini bagi kami sudah berhasil menggarap mengenai self-identity, mengkomunikasikan karya, dan memasarkan keinginan audiens. Ini merupakan kompetensi yang sifatnya umum, lebih ke pengembangan kompetensi diri pribadi atau personal yang baik di dunia kerja kelak. Artinya, murid-murid belajar seni untuk kehidupan, bukan hanya  dalam rangka menjadi seniman atau musikus.” ujarnya. 


Di akhir perbincangan pun, Yovan menyisipkan pesan bahwa sekolah lain pada dasarnya dapat mencoba kesempatan ini sebagai sesuatu yang dapat mendukung pengembangan kompetensi murid. 


“Perilisan mini album ini sebetulnya menurut kami dapat juga dicoba untuk dilakukan bagi sekolah lain, karena bisa dikatakan bukan hal yang rumit. Hanya saja poinnya adalah apakah sekolah mau mencobanya atau tidak. Kami meyakini bahwa langkah ini dapat menjadi penerapan pembelajaran yang akan mengembangkan kompetensi dan praktik baik yang persiapkan murid-murid di kehidupannya kelak dan tentu bukan hanya sekadar pintar dalam program musik. Semoga praktik baik di Sekolah Cikal dapat digerakkan di sekolah lainnya.” tutup Yovan.(*)





SAKSIKAN SELENGKAPNYA 

  • PENAMPILAN ALBUM “PERSPECTIVE” BY TWELVE KEY PROJECTS MELALUI:

bit.ly/PerspectiveAlbumCikalSerpong 




Artikel ini diproduksi oleh Tim Digital Cikal 

  • Editor : Layla Ali Umar dan Stephanie Tara Hestiningtyas 

  • Penulis : Salsabila Fitriana 

Copyright Cikal, 2022


I'M INTERESTED