July 25, 2017

Selamat Datang Di Cikal!

 

Pesan dari Head of School Cikal, Ibu Najelaa Shihab bersama seluruh komunitas Cikal! 

Mari menjadi pembelajar sepanjang hayat!! 

 

https://www.youtube.com/embed/b-Eyjjl1WSU

Read More

July 25, 2017

Merdeka Belajar: Pancasila Dan Ruang Yang Kita Ciptakan

Pancasila Najelaa Shihab Sekolah Cikal

 Najelaa Shihab (Pendidik)

Pemahaman Pancasila seringkali jadi pengalaman membosankan sewaktu kita sekolah. Segala macam bentuk pelajaran berkait kewarganegaraan misalnya PMP, PSPB, PPKN, Kewiraan dianggap sebagai pengetahuan yang hanya bermanfaat untuk ujian belum berkait pengamalan.

Yang menarik, dalam percakapan beberapa bulan terakhir ini, banyak pendidik- guru dan orangtua, yang semula merasa "menjadi korban" berbagai penataran kemudian menyatakan pentingnya hal ini disampaikan kembali kepada anak-anak. Tantangan kita bersama, bagaimana membiasakan pengamalan relevan untuk generasi masa depan - bukan sekedar pengulangan dokumen yang tidak berhubungan dengan kehidupan.

1. Ketuhanan Yang Maha Esa.

Dulu diajarkan di pelajaran Pancasila atau agama dengan menghafalkan nama agama "resmi" yang diakui pemerintah. Anak sekarang pengalamannya berbeda tentang kebebasan beragama. Sumber informasi tersedia di mana-mana, tentang banyaknya agama dan kepercayaan yang berbeda, bahkan di dalam "nama" yang sama. Pengamalan akhlak dalam agama dan antar agama, sekarang seharusnya lebih ditekankan, bukan hanya memberikan pengetahuan hukum atau hafalan ibadah.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Dua puluh tahun lalu, dunia digital dan globalisasi hanya menjadi paparan segelintir masyarakat. "Jenis" kemanusiaan yang dihadapi anak sekarang jauh lebih menantang. Teman main game online dari negeri yang namanya tidak pernah didengar, avatar atau selebritas yang mewakili identitas. Pengalaman adab dan peradaban yang dihadapi anak sekarang jauh lebih banyak. Sopan di jalan raya, rekayasa genetika dan efek rumah kaca, adalah contoh pilihan harian yang menuntut kematangan.

3. Persatuan Indonesia.
Sila favorit yang dilafalkan lantang anak saat upacara, karena terpendek dan termudah diucapkan. Mungkin karena itu penghargaan atau pertanyaan dari anak-anak mengenai makna sila ketiga, bukan hal yang sering jadi percakapan. Padahal sejarah dan perjalanan bangsa kita begitu panjang dan sulit dalam mewujudkannya. Kenyataannya banyak kita dididik dengan membicarakan tentang orang lain dan bukan berbicara dengan orang lain. "Bicara tentang" adalah belajar dalam situasi yang aman dalam balon kita sendiri, "bicara dengan" seringkali diawali ketidaknyamanan karena perjumpaan yang melintasi batasan. Anak-anak butuh pelajaran berkelanjutan, karena menjadi "satu" dan menjadi "Indonesia" butuh penghayatan bukan hanya di atas kertas atau di dalam kelas. Anak-anak perlu menghadapi pengalaman keragaman yang penuh kecanggungan, namun lama kelamaan menjadi menyenangkan karena dibiasakan.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dalam perwakilan.

Semua kita adalah rakyat. Sebagian menjadi pemimpin dan sebagian dipimpin. Semua kita perlu bijaksana, semua perlu terlibat musyawarah. Sebagian memilih atau dipilih sebagai wakil. Begitu banyak persyaratan bernegara, begitu sedikit peran yang dilatihkan pada anak-anak kita. Pemahaman hak dan kewajiban sebagai anggota komunitas diajarkan lewat tata tertib, bukan kesepakatan bersama di sekolah atau keterlibatan warga di rukun tetangga. Pelatihan kepemimpinan bukan jadi kesempatan bagi setiap murid, tapi menjadi kemewahan terbatas untuk sekelompok elit di sekolah yang kebetulan mendapat dukungan.

5. Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pengalaman anak (dan orang dewasa) tentang ketimpangan banyak sekali didasarkan pada asumsi pribadi yang diwariskan antar generasi. Anak mengamati apakah Ibu adil pada si sulung dan si bungsu di saat kesakitan, murid menilai guru yang memberikan les tambahan dengan bayaran, penumpang mengikuti antrian di terminal atau membiarkan pengamen yang mencopet di pemberhentian. Semua interaksi sejak dini, menjadi awal dari persepsi tentang keadilan. Anak membangun interpretasi tentang kemiskinan - apakah disebabkan kemalasan atau sistem yang memperbesar kesenjangan. Anak menumbuhkan keyakinan tentang penting/tidaknya layanan kesehatan universal.

Banyak perubahan pendekatan yang perlu kita lakukan di pendidikan. Tanpa terasa, anak-anak kita akan menjadi warganegara Indonesia dan warga dunia yang dewasa. Sebagian gagal berkontribusi, tapi tidak sepantasnya dipersalahkan karena memang belum pernah dipersiapkan atau mendapat suri teladan.

Pendidikan Pancasila bukan isu partisan, dan tidak seharusnya jadi pertarungan kepentingan. Pancasila tidak sakti dengan sendirinya, hidupnya dikuatkan dan dipatahkan di berbagai ruang yang kita ciptakan, dalam percakapan dan perdebatan.

#SemuaMuridSemuaGuru

 

 

Read More

July 25, 2017

Cikal Secondary Won 154 Medals At World Scholar's Cup 2017 Jakarta Round!

Sekolah Cikal Secondary won a total of 154 medals at the Jakarta Round of the World Scholar’s Cup (WSC) 2017 on 5-6 May 2017.

Hosted annually in more than 50 countries with its grand finale in Yale University, WSC is an academic decathlon for students (all known as ‘scholars’) across four different categories: Team Debate, Collaborative Writing, an individual exam known as the Scholar’s Challenge, and a team quiz bee known as the Scholar’s Bowl. Points are accumulated in each event in order to race to have enough points to qualify for the global rounds later this year.

All students were categorized into the Senior (15 years old and above) or Junior (below 15 years old) divisions. Students then had to compete against others in all categories based on their age groups.

Cikal Secondary sent 33 students from Sekolah Cikal Setu and Sekolah Cikal Serpong, divided into 9 teams competing in Junior Division and 2 teams in Senior.

With all students being proud winners of at least one medal and most even more, some students scored even over 10 medals, the tournament was a great succes. Nayla Aisha and Muhammad Radi Akbar won School Top Scholar for Junior and Senior division, respectively.

All 33 students from Sekolah Cikal are qualified for Global Round in Hanoi or Athens, to compete with other champions for a place in the Champions Tournament in Yale University, USA.

The students worked very hard and admirably committed their weekend to join their peers for this scholarly endeavour. More than just winning though, the students enjoyed their time at the competition, and are already looking forward to next round of World Scholar’s Cup!

With a 154 medals it is impossible to give a special mention to each single one of them, therefore only the individual gold medals are hereafter mentioned. But all other students deserve great credits for their outstanding performance.

Junior
Debate
Gold Medalist: Jordinna Sittizya Joaquin, Nayla Aisha

Writing
Gold Medalist: Liam Amadeo Riza, Valdean Permana, Nayla Aisha

Champion Scholars
Gold Medalist: Liam Amadeo Riza,  Nayla Aisha

Senior
Debate
Gold Medalist: Muhammad Radi Akbar

Writing
Gold Medalist: Ranu Fikhar Sjahrazad

Champion Scholars
Gold Medalist: Muhammad Radi Akbar

 

Here are their achievement certificates!  

Sekolah Cikal di World Scholars Cup WSC2017

 

Read More

July 25, 2017

Partisipasi Sekolah Cikal Serpong Di World Scholar's Cup 2017

 Sekolah Cikal di World Scholars Cup WSC2017

 

World Scholars Cup (WSC) adalah kompetisi berskala internasional yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi pelajar untuk terus mengembangkan kekuatan dan keterampilan pelajar melalui komunitas pelajar dunia. WSC bukan hanya kompetisi akademis, namun menitikberatkan pada perayaan proses belajar. Proses dari kompetisi ini terbagi menjadi 3 ronde yaitu; ronde pertama di Jakarta, ronde kedua di Hanoi dan ronde ketiga di Yale, Amerika Serikat. Tahun ini adalah tahun ketiga Sekolah Cikal mengikuti WSC dengan mengirimkan total 33 murid, dan menjadi tahun pertama bagi siswa Middle School Cikal Serpong untuk mengikuti WSC. 

Dengan bangga kami ingin mengumumkan dan memberikan ucapan selamat kepada:

Asha Nabila Year 7 telah memperoleh gelar “Best Debater”

Priyanka Canoneo Year 7 telah memperoleh “Da Vinci Award” (well-rounded high scores in all areas)

Sehubungan dengan Asha & Yanka telah lolos pada ronde pertama di Jakarta, maka mereka dapat maju ke ronde berikutnya yang akan diadakan di Hanoi, Vietnam.

Tidak lupa, kami juga ingin mengucapkan terima kasih juga kepada pihak orangtua dan guru yang telah memberikan dukungan selama periode acara ini. Terus maju Asha & Yanka!

Read More

July 25, 2017

Sekolah Cikal Setu Implement Naviance, A College And Career Readiness Software

Naviance

We would like to introduce you to Naviance. Naviance is a web-based software and a service platform which provides students with a variety of features, including college research and matching tools, course planning, career assessment and personality tests, and surveys to help students connect what they are doing in school to what they would like to do once they complete their education. Naviance is a comprehensive college and career readiness solution that helps schools align student strengths and interests to postsecondary goals, improving student outcomes and connecting learning to life.
 
Our High school students has started using Naviance application for their career and university planning process since term 2 in this academic year. Naviance program also enables parents and teachers to track the student’s progress and report. Announcement of Career related events are posted in Naviance. Naviance socialization have been conducted on December 2016 and April 5, 2017. Below is the simple steps to access Naviance for parents and teachers:
 
  1. Log in to: http://connection.naviance.com/sekolahcikal
  2. Click: I need to register first
  3. You will be asked for “registration code” (to obtain your registration code, you can email Ms. Izza: izza.dinillah@cikal.co.id )
  4. Insert your email (any personal email)
  5. Insert your password (any password to your preference)
  6. You can try to log in with your email and password

 
Should you have any inquiry kindly contact Ibu Izza or Ibu Astrid at izza.dinillah@cikal.co.id or astrid.wulandari@cikal.co.id

Read More

July 25, 2017

Uji Coba Shuttle Bus Sekolah Cikal Serpong

Memberikan pelayanan yang baik kepada member selalu menjadi prioritas bagi Sekolah Cikal. Sebagai upaya untuk meningkatkan kenyamanan member Sekolah Cikal Serpong kami mengatur alur keluar - masuknya kendaraan roda empat  ke dalam Sekolah Cikal Serpong dengan menyediakan fasilitas shuttle bus kepada murid dan karyawan.

Layanan shuttle bus diberikan kepada siswa Sekolah Cikal Serpong, terkecuali bagi siswa/i sebagai berikut:

  • Siswa/i Kakak-Kakak, Pre Kindie dan Reception Junior;

  • Siswa/i yang memiliki sibling di  Kakak-Kakak, Pre Kindie dan Reception Junior;

  • Siswa/i yang mengikuti  jasa antar jemput;

  • Siswa/i yang menggunakan kendaraan roda 2/ jalan kaki;

  • Siswa/i yang bertempat tinggal di area Ciater /Pamulang/Ciputat.

Sebagai permulaan, kami akan mengadakan uji coba terhadap program shuttle bus ini yang rencananya akan dilaksanakan pada periode 15 Mei - 2 Juni 2017. Pada masa uji coba ini kami menyediakan dua armada shuttle bus dengan titik awal penempatan di Intermark BSD

Program uji coba ini akan di review secara berkala. Masukan selama uji coba dapat dikirimkan melalui alamat surel  info.serpong@cikal.co.id. Dukungan orang tua menjadi hal penting untuk peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan Sekolah Cikal.

Uji Coba Shuttle Bus

Memberikan pelayanan yang baik kepada member selalu menjadi prioritas bagi Sekolah Cikal. Sebagai upaya untuk meningkatkan kenyamanan member Sekolah Cikal Serpong kami mengatur alur keluar - masuknya kendaraan roda empat  ke dalam Sekolah Cikal Serpong dengan menyediakan fasilitas shuttle bus kepada murid dan karyawan.

Layanan shuttle bus diberikan kepada siswa Sekolah Cikal Serpong, terkecuali bagi siswa/i sebagai berikut:

  • Siswa/i Kakak-Kakak, Pre Kindie dan Reception Junior;

  • Siswa/i yang memiliki sibling di  Kakak-Kakak, Pre Kindie dan Reception Junior;

  • Siswa/i yang mengikuti  jasa antar jemput;

  • Siswa/i yang menggunakan kendaraan roda 2/ jalan kaki;

  • Siswa/i yang bertempat tinggal di area Ciater /Pamulang/Ciputat.

Sebagai permulaan, kami akan mengadakan uji coba terhadap program shuttle bus ini yang rencananya akan dilaksanakan pada periode 15 Mei - 2 Juni 2017. Pada masa uji coba ini kami menyediakan dua armada shuttle bus dengan titik awal penempatan di Intermark BSD

Program uji coba ini akan di review secara berkala. Masukan selama uji coba dapat dikirimkan melalui alamat surel  info.serpong@cikal.co.id. Dukungan orang tua menjadi hal penting untuk peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan Sekolah Cikal.

Read More

July 25, 2017

Pendaftaran Program Bayi-Bayi Dan Adik-Adik Rumah Main Cikal Telah Dibuka!

Rumah Main Cikal adalah sekolah prasekolah yang dikembangkan dengan kurikulum Cikal 5 Stars Competencies untuk anak dari usia 6 bulan sampai dengan 4 tahun.

Program Bayi-Bayi dan Adik-Adik adalah kelas pola asuh (Parenting class) untuk membantu stimulasi kemampuan anak dalam hal sensori-motorik, persepsi, kognisi, perkembangan sosial, bahasa, perkembangan emosi dan kesadaran terhadap diri sendiri. Kegiatan yang diberikan akan membantu si Kecil untuk menguatkan otot motoriknya dalam persiapan untuk berjalan dan eksplorasi. Selain itu, program ini menstimulasi si kecil melatih kemampuannya berbicara. Ada 9 tema berbeda yang dikembangkan untuk stimulasi yang menyeluruh untuk perkembangan anak yang optimal.

Program ini ditujukan untuk anak yang sudah mampu duduk mandiri (kurang lebih 7 bulan) sampai berusia 2 tahun.

Program Kelas Bayi-Bayi (6bln-1th) dan Adik-Adik (1th-2th) di TA 2017/2018 akan bertema Coba-Coba dan Kunyah-Kunyah.

Coba-Coba adalah kegiatan si kecil bersama keluarga yang mengembangkan rasa ingin tahu dan kreativitas anak dengan menggunakan barang-barang keseharian. Dalam program ini sensori anak distimulasi melalui penggunaan materi-materi sensori dan bahan makanan.

Kunyah-Kunyah adalah tema yang ditujukan untuk melatih kemampuan oral motorik si kecil melalui kebiasaan makan yang mandiri dan menyenangkan bersama kakek/nenek. Selain itu, pemahaman kebutuhan gizi sesuai usia si kecil akan diberikan beserta ide menu sehat yang ENAK melalui ahli gizi sebagai ahli tamu.

Program ini termasuk:
- Dua kali kegiatan bersama anggota keluarga dan kakek/nenek
- Parent's workshop
- Babysitter/caregiver's class
- Fieldtrip dan guest speaker

Kunjungi dan daftarkan lokasi Rumah Main Cikal terdekat:
Rumah Main Cikal Sudirman
fX lifestyle X’nter
Jl. Jenderal Sudirman, Pintu Satu Senayan, Jakarta 10270
Phone +62 21 2555 4100
email: info.rmcsudirman@cikal.co.id

Rumah Main Cikal Bintaro
Ged. Heritage Bintaro Junction Lt. 3
Kawasan Niaga Bintaro (BTC) Sekt. 7, Tangerang Selatan
Phone +62 21 2942 7668 (Hunting)
Mob +62 85217736993
Email: info.rmcbintaro@cikal.co.id

Rumah Main Cikal Cilandak
Jalan Intan No. 9, Cilandak, Jakarta Selatan
Mobile +62 813 1723 5511
email : info.rmccilandak@cikal.co.id

Rumah Main Cikal Serpong
Jl. Ciater Rawa Mekar Jaya, Serpong
Tangerang Selatan, 15310
Phone +62 21 75875675
Mob +62 853 1315 9590
email : info.serpong@cikal.co.id

Rumah Main Cikal Surabaya
Jl. Raya Lontar No. 103,
Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep,
Surabaya 60216
Phone +6231 - 75279000, +62 31 - 7527766
Mob +62 81314817543
email: info.surabaya@cikal.co.id

Read More

July 25, 2017

ENROLL NOW! Cikal Secondary Sekolah Cikal Serpong

squre1

Enroll now!

Sekolah Cikal Serpong open enrollment for Cikal Secondary (Middleschool and Highschool) 2017/2018.

Sekolah Cikal Serpong is a school developed with Cikal's 5 Stars Curriculum. 

Visit Sekolah Cikal Serpong for information on curriculum, classes, and scholarship!

Sekolah Cikal Serpong
Jl. Ciater Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangerang Selatan, 15310
Phone +62 21 75875675
Mob +62 853 1315 9590
Fax +62 21 7587 5676
email info.serpong@cikal.co.id

Create your life, changing moments with Cikal Secondary!

Read More

July 25, 2017

Merdeka Belajar: Seni Tak Boleh Sepi

Ditulis oleh Najelaa Shihab (Pendidik) 24/3/2017

Setiap berbicara tentang seni dan pendidikan, kita sering terperangkap dalam salah kaprah yang sudah menahun. Bahwa pendidikan seni berkait dengan keterampilan semata. Bahwa tujuannya mendapat pekerjaan di industri seni dan karenanya bukan untuk semua orang. Bahwa seni sekedar pelajaran tambahan yang tak mengapa dipinggirkan.

Padahal seni adalah pendekatan pendidikan yang sangat berarti. Pendidikan seni tidak terbatas pada minat dan bakat yang beruntung dimiliki sebagian anak sejak kelahiran, tetapi diperlukan semua anak, karena mendasari kemampuan berempati dan memecahkan masalah, yang bermanfaat bagi semua profesi. Riset juga jelas mendukung penempatan seni sebagai disiplin yang terintegrasi ke kurikulum inti, bukan sekedar ekstra yang dilaksanakan setengah hati.

Buat sebagian kita, mengapresiasi seni atau berkarya lewat seni adalah bagian penting dari kehidupan sebagai manusia. Tak terbayang rasanya olahraga saya tanpa mendengar musik atau liburan saya tanpa menulis puisi. Namun pengalaman dengan kesenian di sebagian besar institusi pendidikan kita adalah pengalaman yang sangat terbatas. Guru mengajar recorder atau pianika bukan untuk mengasah musikalitas, hanya karena diharuskan pekerjaan. Dulu gerak dan lagu yang dihafalkan setiap hari hanya senam kesegaran jasmani, hingga sekarang pun banyak murid tidak mendapat pengalaman menggubah lagu, melakukan koreografi atau main wayang untuk menyampaikan pesan yang relevan.

Buat banyak murid dengan nilai pelajaran seni "tertinggi" pun, menonton film atau mencatat di museum jauh lebih sering dilakukan daripada menganalisa latar belakang skenario yang ditayangkan atau memahami kaitan goresan lukisan dengan perubahan zaman. Pelajaran kesenian di institusi pendidikan kita lebih banyak yang pasif daripada aktif. Seni di sekolah kita lebih sering dipaksa dilakukan di lembar LKS dan perlombaan daripada dipraktikan dengan otentik di tempat publik dan pertunjukan.

Begitu banyak kesempatan tersedia untuk terlibat dalam kegiatan seni di sekitar kita. Mengamati patung di pinggir jalan, mendengarkan suara alam atau bahkan keheningan, memahami cerita batik yang dikenakan, mendokumentasikan uniknya bangunan selama perjalanan, bisa dilakukan mudah dan murah oleh berbagai usia. Saat ini hampir tidak ada hambatan berkreasi, saat ini seni bisa dibincangkan menggunakan teknologi.

Semua guru bisa menumbuhkan kompetensi seni anak, semua orangtua bisa menjadi teladan mengapresiasi kesenian. Seni menjadi pintu untuk berbagai ilmu - pemahaman mengenai pola, sikap berbudaya, pengetahuan tentang keragaman, keterampilan menarasikan gagasan. Semua kompetensi abad ini, jadi jauh lebih mudah dicapai sembari berkesenian, karena kita secara alamiah tertarik pada keindahan.

Seniman di sekitar kita, sebetulnya punya tanggung jawab lebih untuk ambil peran. Dalam kenyataannya, banyak insan kesenian punya pengalaman negatif tentang persekolahan, karena kebebasan yang menjadi ciri seniman sering terpenjarakan justru oleh sistem pendidikan. Butuh komitmen untuk mengatakan bahwa semua pendidik seharusnya punya tujuan mengembangkan kesenian. Butuh keberanian untuk barengan menyatakan bahwa semua seniman sejatinya adalah pendidik masa depan.

Sejarah membuktikan betapa kuat dan berharganya seni untuk menjadi jembatan dari banyak isu dan kepentingan di dunia ini. Karya seni Islami yang membuka percakapan berbagai pihak tentang moderasi, cerita di layar yang menggerakkan jutaan orang untuk berefleksi dan melakukan aksi untuk bumi. Saya beruntung dikelilingi sahabat di bidang seni yang selalu peduli, tidak hanya sibuk dengan karya dan profesi sendiri. Di sinedu.id, di Cikal, di Pesta Pendidikan dan banyak inisiasi lain, mereka meluangkan waktu untuk melakukan sesuatu berkait seni dan edukasi. Berbagi keyakinan inovasi seni bisa jadi solusi pendidikan di negeri ini.

Jangan biarkan anak-anak yang punya potensi untuk mencintai seni dan berkontribusi, menjadi anak-anak yang kesepian di halaman rumah dan sekolah kita sendiri.

#SemuaMuridSemuaGuru

Read More

July 25, 2017

Cikal’s Playground, Permainan Edugame Sekolah Cikal

Screenshot_20170321-191452

 

Sekolah Cikal mempersembahkan permainan edukatif Cikal's Playground, hasil kolaborasi dengan Matata Corp. yang telah diluncurkan di Google Play Store.

Permainan edukatif ini bertujuan untuk mendukung pembelajaran budaya Nusantara di Sekolah Cikal kepada seluruh Komunitas Sekolah Cikal.

Pembelajaran seni dan budaya di Sekolah Cikal dilakukan secara terintegrasi melalui pagelaran tahunan Sekolah Cikal "Playground of Nusantara" dan berbagai inisiatif/program kreatif dalam penyampaian materi pembelajaran.

Selain itu, Sekolah Cikal percaya bahwa proses belajar yang menyenangkan dan menarik dapat diperoleh dengan menggunakan teknologi. Prinsip ini penting sehingga membantu pembelajaran secara interaktif yang memerlukan berbagai jenis sumber, termasuk game. Penggunaaan game dengan pengalaman belajar murid merupakan pembuka Program-program ICT Literacy di Sekolah Cikal.

Cikal's Playground merupakan permainan hidden-object yang memiliki tiga skenario berbeda berdasarkan Cerita Rakyat Bali yang akan ditampilkan dalam pementasan Playground of Bali, yaitu: The Chronicles of Manik Angkeran, The Rise of Balingkang, dan Calon Arang.

Permainan hidden-object ini mengeksplorasi benda-benda dan hewan khas Bali yang bisa diperoleh dengan mencari benda-benda tersembunyi dalam sebuah latar dari Cerita Rakyat yang diangkat. Misi edukasinya adalah mengenalkan karakter benda-benda dan hewan khas Bali tersebut.

Cikal's Playground dikembangkan sebagai sarana pembelajaran untuk lebih memahami tentang cerita, budaya dan tradisi dari sebuah daerah spesifik di Indonesia, sekaligus sebagai teaser Pagelaran Sekolah Cikal yang selanjutnya.

Pemilihan untuk menggunakan jenis permainan hidden-game ini mengingat pentingya permainan yang akrab dikenal dan mudah dimainkan segala usia.

Pada Pagelaran Playground of Bali Cikal Cilandak hari Sabtu, 25 Maret 2017, Sekolah Cikal dan Matata Corp menyiapkan presentasi permainan Cikal's Playground yang memiliki fitur Augmented Reality dalam pencarian benda-benda khas Bali tersebut.

Kami mengajak seluruh Komunitas Sekolah Cikal untuk datang dan mengalami presentasi Cikal's Playground di Teater Jakarta, sebuah permainan edukatif dengan teknologi terkini.

Unduh permainan Cikal's Playground melalui Play Store sekarang, atau klik tautan berikut bit.ly/cikalgame dan kunjungi pojok edugame "Playground of Bali" di Lobi Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, hari Sabtu, 25 Maret 2017 dimulai pukul 8.30 wib.

 

https://www.youtube.com/embed/UMMswPAKxmU

 

 

 

Read More
  123Next