7 Cara Kenalkan dan Tumbuhkan Empati Anak Usia Dini di Jenjang Prasekolah

Durasi Waktu Baca : 3 Menit 16 Detik 




Surabaya, Rumah Main Cikal. Menumbuhkan empati dalam diri anak dapat dilakukan dengan mengikutsertakan anak dalam pendidikan anak usia dini di jenjang prasekolah. Anak-anak usia dini dalam momen bersekolah sambil bermain akan berjumpa dengan teman sebayanya dan membangun interaksi yang membuatnya mengasah karakter positif dalam dirinya. 


(Rumah Main Cikal menghadirkan pendekatan play-based learning bagi anak usia dini. Dok. Rumah Main Cikal)


Sebagai pendidik Rumah Main Cikal, Ina Winangsih merekomendasikan 7 cara kenalkan dan tumbuhkan empati pada anak usia dini di jenjang prasekolah sebagai berikut:

  1. Mengenalkan anak dengan teman sebayanya 


Mengenalkan anak dengan teman sebayanya merupakan langkah awal untuk membuat anak ingin membangun interaksi bersama teman. Cara ini dapat dilakukan tentunya apabila anak-anak usia dini baru bergabung di pendidikan tingkat prasekolah. Dengan bermain bersama teman sebaya, anak akan menjalin komunikasi dan perlahan-lahan menumbuhkan empatinya saat bermain. 


  1. Mengajak anak mengenal dan membuat kesepakatan kelas bersama 


Cara kedua yang dihadirkan di tingkat prasekolah adalah dengan mengajak anak mengenal dan membuat kesepakatan kelas bersama. Langkah ini tentu dapat menjadi sarana bagi murid memahami toleransi aktivitas yang dapat dilakukan di sekolah, tentunya langkah ini juga akan membangun empati anak. 


Baca juga : Sekolah PAUD Untuk Anak Usia Dini Berkebutuhan Khusus, Seperti Apa Pemetaannya?

  1. Memberikan ruang dan waktu bagi anak untuk dapat berinteraksi dengan teman-temannya tanpa intervensi orang dewasa


Mengenal teman sebaya dan membangun interaksi tentu menjadi hal yang dapat menjadi indikator pengembangan dari empati anak usia dini. Dalam hal ini, pendidik Rumah Main Cikal berupaya untuk memberikan ruang dan waktu bagi anak untuk bermain bersama. Tentunya, dengan tetap melakukan pengawasan yang tepat di sekolah. 


Langkah ini tentu menjadi cara agar anak-anak usia dini dapat saling mengeksplorasi karakternya dengan bahasa dan pola interaksi khas anak-anak untuk mengembangkan empati mereka. 

  1. Memberikan pengertian bahwa setiap teman berinteraksi dengan cara berbeda


Di cara ke-empat, Rumah Main Cikal melalui pendidiknya selalu berupaya untuk memberikan pengertian kepada anak-anak apabila anak mengajukan pertanyaan seputar perasaan anak. 


Cara ini menjadi penting untuk memberikan penjelasan yang tepat seputar pengelolaan emosi, pengertian dan validasi perasaan yang dirasakan oleh anak usia dini. Cara ini pula akan merujuk pada pengembangan karakter empatinya terhadap teman sebaya. 


Baca juga : Pentingnya Menumbuhkan Empati Pada Anak Usia Dini

  1. Memberikan bantuan kepada teman yang membutuhkan bantuan 


Dalam keseharian di kala bermain dan belajar bersama anak-anak  di Rumah Main Cikal juga diperkenalkan kepada kegiatan membantu teman yang mengalami kesulitan. Misalnya, dalam program Cikal Aksi-Aksi ada teman-teman yang ingin memiliki buku-buku bacaan seperti yang dimiliki, maka kita berikan penjelasan dan pengertian mengenai esensi berbagi dalam contoh-contoh yang lekat dengan anak-anak usia dini. 

  1. Memberikan apresiasi kepada teman atas hal yang dicapai 

Di Rumah Main Cikal, pendidik juga senantiasa memberikan aksi-aksi kecil bernilai salah satunya untuk mengasah empati anak sejak dini, salah satunya dengan membiasakan praktik baik untuk memberikan apresiasi kepada teman sebaya atas hal yang berhasil dicapai. 


  1. Mempraktikkan kebiasaan mengucapkan “tolong”, “terima kasih”, “maaf” ketika dibutuhkan sepanjang kegiatan. 


Hal terakhir yang menjadi cara-cara yang ditumbuhkan di jenjang prasekolah Rumah Main Cikal adalah dengan menanamkan praktik baik mengucapkan kata tolong, terima kasih, dan maaf ketika dibutuhkan sepanjang kegiatan berinteraksi dan bermain bersama teman.  Upaya ini ditanamkan sebagai langkah menumbuhkan karakter empati yang baik dalam diri anak sejak usia dini. 


Dikenal sebagai Prasekolah yang hadir di beberapa lokasi, baik di Lebak Bulus, Serpong, Bandung dan Surabaya, Rumah Main Cikal selalu berupaya menghadirkan kolaborasi dan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak usia dini dimulai dari usia 6 bulan hingga 4 tahun melalui program dan kegiatan bermakna bersama Tante dan Om Guru. (*)


Baca juga : 5 Aktivitas Sederhana yang Dapat Mengasah Empati Anak Sejak Usia Dini




Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal bagi anak berkebutuhan khusus melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs (tim Customer Service Cikal)




Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal 

  • Narasumber : Ina Winangsih

Ina Winangsih, atau yang akrab disapa Tante Ina  merupakan pendidik di Rumah Main Cikal. Ia merupakan lulusan dari jurusan PGPAUD di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di jenjang S1 dan baru menyelesaikan pendidikan S2 double degreenya di jurusan PAUD UPI dan National Dong Hwa University (NDHU), Taiwan. 

Sejak tahun 2014, Tante Ina memiliki minat pada bidang pendidikan bencana untuk anak secara akademis maupun praktis. Tante Ina ingin sekali bisa berperan (sekecil apapun) untuk dapat meningkatkan kapasitas anak maupun lingkungan sekitar untuk memitigasi ancaman bencana.

  • Editor : Layla Ali Umar 
  • Penulis : Salsabila Fitriana

I'M INTERESTED