Durasi Waktu Baca: 3 Menit Jakarta,SMP Cikal Lebak Bulus. Seringkali pembelajaran di Sekolah Cikal dikatakan tidak memberikan tantangan akademik dalam keseharian, namun faktanya, di SMP Cikal Lebak Bulus, pembelajaran Sains khususnya bidang Ilmu Fisika dikembangkan dengan 5 cara belajar khas Cikal yang mengasah kemampuan nalar dan berpikir murid sejak dini. Febrina Malahayati, Pendidik Ilmu Sains SMP Cikal Lebak Bulus dan Mentor Tim SMP Cikal Lebak Bulus untuk Pesta Rakyat Fisika UI, menyatakan bahwa tidak benar bila publik menyatakan bahwa di Sekolah Cikal proses belajar tidak terfokus pada akademik, karena dalam pembelajaran bidang Ilmu Sains, seperti Fisika, pembelajaran akan selalu dimulai dari fenomena atau masalah nyata (Community Context). Seperti apa gambaran pembelajaran Fisika di jenjang SMP Cikal Lebak Bulus dan apa pandangan pendidik bidang ilmu Sains di Sekolah Cikal akan asumsi publik? Selengkapnya di bawah ini. Akademik SMP Cikal Lebak Bulus Fokus Penalaran Logis Febrina menjelaskan bahwa asumsi publik akan pembelajaran di Sekolah Cikal yang tidak terlalu akademik itu tidak benar. Dalam praktiknya, pembelajaran Sains bukan hanya sekadar menghafal melainkan membahas masalah untuk memahami konsepnya dan mengembangkan penalaran yang logis akan masalah tersebut. “Jawabannya tidak benar ya bila dikatakan tidak terlalu akademik di Cikal. Sains adalah salah satu pelajaran yang seringkali dianggap bisa dilakukan hanya “menghafal”. Memang ada beberapa yang mungkin perlu diingat seperti istilah-istilah sains. Namun pendekatan yang dilakukan di Sekolah Cikal itu tidak berhenti di situ saja, melainkan pemahaman konsep dan menunjukkan penalaran yang logis.” jelasnya. Belajar Fisika di SMP Cikal Lebak Bulus Mulai dari Fenomena Febrina juga menambahkan bahwa belajar mengenai ilmu pasti seperti Fisika di SMP Cikal Lebak Bulus seringkali dibentuk dan berangkat dari sebuah fenomena atau masalah yang nyata. Hal ini ditujukan untuk mendorong anak memahami “kenapa” dan “bagaimana”. “Di Sekolah Cikal, misalnya di SMP Cikal Lebak Bulus, pembelajaran lebih sering dimulai dari fenomena atau masalah nyata sehingga anak memahami “kenapa” dan “bagaimana”. “ tambahnya. Dengan berangkat dari fenomena yang erat kaitannya dengan cara belajar Cikal, memberdayakan konteks, maka para murid SMP Cikal Lebak Bulus tidak hanya akan “memahami materi” melainkan juga mampu menguji ide, gagasan, analisis data, hingga menjelaskan temuan atau dugaan mereka. “Di SMP Cikal Lebak Bulus, pembelajaran Sains dirancang supaya siswa memahami konsep secara kuat sekaligus mampu menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Di kelas, siswa tidak hanya “menerima materi”, tetapi diajak bertanya, menguji ide, menganalisis data, dan menjelaskan temuan mereka dengan bahasa sains yang sesuai.” jelasnya. Baca Juga : Kunjungi Paragon, Murid SMA Cikal Amri Setu Pelajari Penerapan Bisnis Manajemen Dunia Nyata Berwawasan, Berpikir Kritis, dan Reflektif dalam Fisika Sebagai pendidik yang juga menjadi mentor para murid SMP Cikal Lebak Bulus dalam kompetisi Fisika nasional, Febrina menuturkan saat ini para murid tengah belajar mengenai Gaya, Gerak, Energi, Gelombang dan Struktur Atom. Ia menuturkan bahwa secara berkala ia melakukan asesmen untuk mendorong para murid mampu memahami konsep dengan baik, serta mengembangkan kemampuan penalaran kritis yang tepat dalam eksperimen. “Saat ini kami sedang belajar gaya - gerak, energi, gelombang, serta struktur atom. Asesmen yang dilakukan sangat bervariasi: bisa berbentuk kuis dan tes untuk cek pemahaman konsep, juga asesmen yang menyasar ke penalaran dan kinerja, seperti menganalisis data dari eksperimen yang dilakukan.” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa tujuan akhir dari belajar Sains secara umum dan Fisika secara khusus di SMP Cikal Lebak Bulus adalah mengembangkan kompetensi murid untuk jadi individu yang berwawasan, kemampuan berpikir kritis, dan reflektif dalam menyikapi suatu kejadian di sekitar. “Tujuan akhirnya dari belajar Sains di Sekolah Cikal adalah supaya sains menjadi salah satu cara berpikir dalam kehidupan sehari-hari, misalnya mampu memahami fenomena di sekitar, mengambil keputusan berbasis bukti, dan lebih sadar pada perkembangan berkelanjutan. Khusus Fisika, misalnya mereka jadi lebih peka terhadap sesuatu yang terjadi, berangkat dari konsep energi, gaya, gerak, bunyi, sehingga bisa menjelaskan hal-hal sederhana (kenapa sesuatu bisa terjadi) sampai membuat pilihan.” imbuhnya.(*) Baca Juga : 2 Pendidik SD Cikal Lebak Bulus Berbagi Praktik Baik Pembelajaran Inklusif di PYP Meeting Coordinators 2025 Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal Narasumber : Febrina Malahayati, Pendidik Ilmu Sains SMP Cikal Lebak Bulus dan Mentor Tim SMP Cikal Lebak Bulus untuk Pesta Rakyat Fisika UI Editor : Layla Ali Umar Penulis : Salsabila FitrianaInformasi Cikal Support Center