Personal Project Sekolah Cikal Dorong Murid Menjadi Tangkas dan Adaptif Ciptakan Karya Bermakna

Sekolah Cikal. Konsep pendidikan yang bermakna dan membentuk karakter murid menjadi tangkas dan memahami tantangan masa depan menjadi semakin penting disadari oleh berbagai institusi pendidikan.


Sebagai sekolah yang berfokus pada pengembangan kompetensi 5 Bintang, Sekolah Cikal berupaya membentuk kompetensi dan karakter murid menjadi manusia berdaya bagi diri sendiri dan masyarakat melalui proyek nyata dan berdampak kepada masyarakat di acara Personal Project Exhibition (PPX) kelas 10, Sekolah Cikal Setu pada 18-19 Maret 2021.


(Momen Kegiatan murid Sekolah Cikal Setu sebelum Pandemi awal tahun 2020. Doc. Sekolah Cikal Setu)


Proyek Kontekstual, Bentuk Ketangkasan Murid

Sebagai Head of School, Najeela Shihab menyatakan bahwa mengasah kemandirian dan kemampuan berkolaborasi dengan komunitas dalam pengembangan praktik baik di era pandemi ini merupakan sebuah tantangan yang nyata. Namun demikian, pandemi menjadi sebuah peluang tersendiri bagi murid Cikal untuk terus mengasah kompetensinya dari rumah.


“Dengan proses belajar yang kontekstual, personalisasi, dan menemukan minat melalui pembuatan proyek akhir (sesuai minat murid), murid-murid Cikal dapat membentuk dasar kemampuan dalam diri mereka untuk beradaptasi dan tangkas di masa depan.” tutur Najelaa, dalam acara Pameran Personal Project Sekolah Cikal Setu pada (18/03)

Ia juga menambahkan bahwa proses riset yang dijalankan oleh murid hingga menciptakan karya menjadi sebuah dasar pengembangan manusia yang bermakna, khususnya dalam proses tumbuh kembang mereka di masa remaja.


“Saya yakin melalui kegiatan ini (Personal Project Exhibition) setiap murid merayakan setiap proses dan pencapaiannya. Tentunya, saya pun berharap setiap dari murid akan senantiasa tumbuh menemukan banyak momen bermakna dan menemukan makna sukses mereka sendiri.” tambah Najelaa.


Dari Prototype Rumah Anti Gempa, hingga Platform Pemuda


Sebagai Kepala Sekolah dari Sekolah Cikal Setu, Siti Fatimah menuturkan bahwa Sekolah Cikal senantiasa memberikan peluang, dan dukungan bagi murid kelas 10 untuk menemukan minat dan bakat mereka di berbagai bidang, baik Seni dan Desain, Bisnis, Budaya dan Sastra, Fesyen dan kecantikan, Lingkungan, Kesehatan, dan lainnya melalui Program Personal Project.


“Personal Project menitikberatkan pada “How to Learn” dan mengembangkan ragam kompetensi melalui berbagai bidang atau topik pilihan murid secara personalisasi, baik itu komunikasi, literasi media, riset, pengembangan diri, berpikir kreatif, serta membangun pemahaman dan keterlibatan dalam isu global. Hal ini tentu menjadi esensial bagi para pemuda masa kini.” jelasnya saat pembukaan acara Personal Project di Youtube Sekolah Cikal Official.


Beberapa proyek murid Sekolah Cikal yang ditampilkan antara lain Prototype Rumah Anti Gempa karya Daviano Evan Faro Hazeki Siahaan, Roof Garden oleh Marza Athallah Merdiaz dan Pada Pemoeda oleh Aqila Priyanka Isyaradhia Irwan.


Berbekal ketertarikannya dengan berbagai desain arsitektur bangunan di seluruh dunia yang diamati secara virtual, serta kepeduliannya dengan kondisi perumahan masyarakat Indonesia yang seringkali mudah terdampak gempa bumi. Ia berupaya menciptakan proyek protoype rumah anti gempa.


(Proyek Prototype rumah anti Gempa Daviano Evan Faro Hazeki Siahaan, atau yang akrab disapa Evan murid kelas 10 Sekolah Cikal Setu)


“Proyek Prototype ini didedikasikan untuk membuat gambaran rumah anti gempa yang dibentuk dari bahan-bahan khas tradisional Indonesia, baik Kayu dan Rumbia. Secara konteks, ini merupakan konsep inovasi sains dan teknik yang saya harap dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi komunitas dan lingkungan indonesia.” tutur Daviano Evan Faro Hazeki Siahaan, atau yang akrab disapa Evan murid kelas 10 Sekolah Cikal Setu yang menampilkan ragam prototype hasil karyanya melalui sosial media melalui https://www.instagram.com/indoearthquake_ptpj/.

 

Selain Evan, ada pula dua murid Cikal Setu lainnya yakni Marza Athallah Merdiaz dengan Proyek Roof Garden, dan Aqila Priyanka Isyaradhia Irwan dengan proyek Pada Pemoeda.


(Proyek Kontekstual Personal project Roof Garden to Reduce Air Pollution, Marza Athallah Merdiaz, Year 10 Sekolah Cikal Setu. Doc. Sekolah Cikal)


Melalui proyeknya yakni Roof Garden to Reduce Air Pollution, Marza Athallah Merdiaz mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memiliki kesadaran yang lebih selama pandemi ini untuk ciptakan sudut hijau baik di atap, atau lingkungan rumah demi mendukung langkah Indonesia di Konferensi Iklim Dunia tahun 2021 mendukung keberlanjutan pembangunan hijau guna menjadikan dunia yang lebih baik.


“Dengan tujuan akhir meningkatkan rasa peduli terhadap penurunan polusi udara dan penghijauan, saya membuat proyek roof garden beserta kampanyenya melalui sosial media (Youtube : RoofGardenyMarza dan Instagram : @roofgardenbymarza untuk mendorong masyarakat selama pandemi turut berkontribusi ciptakan hal yang sama demi kondisi alam yang lebih baik.” tutur Marza.


Selain proyek bertemakan Teknologi dan Sains, Lingkungan, ada pula proyek Sosial yang dibuat oleh murid Cikal, Aqila Priyanka Isyaradhia Irwan atau yang akrab disapa Yanka. Berbekal ketertarikannya dalam berbagai aktivitas pemuda. Ia pun membuat proyek sosial melalui instagram dengan membuat kampanye dan konten inspirasi yang mengundang keterlibatan pemuda inspiratif Indonesia di dalam dan luar negeri.


(Pada Pemoeda, Platform Sosial Pemuda Indonesia untuk berbagi semangat dan motivasi. Doc. Sekolah Cikal.)


“@padapemoeda (or “a call to the youth” in English) merupakan platform pemuda yang kontennya berisi ragam program inspiratif, kutipan motivasi bagi pemuda, dan sesi tanya jawab dengan para pemuda inspiratif Indonesia yang berkontribusi aktif di dalam dan luar negeri.” tutur Yanka.


Menurut Siti Fatimah selaku Kepala Sekolah Cikal Setu, proyek kontekstual kelas 10 (Personal Project) ini merupakan sebuah proses belajar inkuiri dan mendemonstrasikan kemampuan untuk melahirkan ide atau gagasan baru dengan pemahaman dan investigasi riset yang mendalam.


(Cerita Siti Fatimah di pembukaan Personal Project Exhibition Sekolah Cikal Setu di Youtube Sekolah Cikal Official. Doc. Sekolah Cikal)


“Kemampuan, karakter dan pengetahuan dibutuhkan oleh murid kelas 10 untuk menyelesaikan, melanjutkan dan menumbuhkan semangat pelajar sepanjang hayat dalam diri murid. Saya bangga dengan setiap proyek murid dan melalui Personal Project Exhibition inilah kesempatan terbaik bagi murid untuk berbagi gagasannya di komunitas yang lebih luas lagi.” jelasnya.


Sekolah Cikal selalu percaya dan yakin bahwa melalui pembuatan proyek kontekstual sebagai asesmen belajar bukan hanya memenuhi kebutuhan pendidikan secara akademis, melainkan juga menciptakan dan menghadirkan pengalaman yang bermakna dan berdampak bagi kehidupan mereka sebagai pelajar. (*)


Untuk melihat informasi lebih mendetail tentang Personal Project Sekolah Cikal Setu kelas 10 dapat diakses melalui https://linktr.ee/cikal_ppx_2021



ENROLL NOW