Sesi Drive-Thru Pendidikan Inklusi Cikal, Psikolog Cikal: Membangun Kepercayaan, dan Keterlibatan Anak Berkebutuhan Khusus dalam Proses Belajar.

Tangerang Selatan, Pendidikan Inklusi Cikal. Membangun keterlibatan dalam proses belajar bagi anak-anak berkebutuhan khusus membutuhkan kolaborasi yang tepat antara murid, orang tua, dan juga pendidik atau guru. 


Sebagai sekolah inklusi, Sekolah Cikal Serpong melalui Pendidikan Inklusi Cikal (PIC) melakukan sesi pembelajaran Drive-Thru di sekolah untuk mengambil paket pendamping belajar (Learning Kit)sesuai dengan program yang dipilih oleh murid dengan kebutuhan khusus pada (17/9). Kegiatan ini tak hanya bertujuan untuk membangun keterlibatan, melainkan juga kepercayaan, serta keterikatan bermakna dalam proses belajar. 


(Sesi Drive-Thru bagi Anak-anak Berkebutuhan Khusus di Pendidikan Inklusi Cikal, Sekolah Cikal Serpong bertujuan menjalin dan membangun keterlibatan, serta kepercayaan, serta keterikatan bermakna dalam proses belajar. Dok. Pendidikan Inklusi Cikal)


Semakin Dekat, Semakin Mudah Bagi ABK 


Menurut Vitriani Sumarlis, M. Si., Psikolog, Wakil Kepala Kurikulum Pendidikan Inklusi Cikal, kegiatan belajar secara drive-thru ini menjadi opsi pembelajaran bermakna bagi orang tua murid dengan anak berkebutuhan khusus dan tentu bagi murid dengan kebutuhan khusus dalam proses belajar. 


“Kegiatan ini dapat dilihat secara lebih spesifik pada proses belajar bagi anak dengan kebutuhan khusus. Di sesi ini, terdapat kepercayaan (trust), kedekatan antara murid dan gurunya. Jadi, guru akan senantiasa terhubung dengan murid. Selain itu, apabila murid menjalankan proses belajar dengan cara ini mereka bisa berinteraksi dengan guru seperti apa.” tutur Vitriani yang merupakan Wakil Kepala Kurikulum Pendidikan Inklusi Cikal. 


Ia pun menambahkan penjelasan dengan memberikan penekanan pada nilai atau makna keterlibatan dari proses belajar secara drive-thru atau drive-in bagi anak berkebutuhan khusus itu sendiri. 


“Semakin dekat dengan lingkungan belajar, semakin mudah membangun koneksi, baik itu melalui kegiatan drive-thru atau drive-in, murid itu  akan “hadir” walau dari mobil.  Keterlibatan (Engagement) itu diperlukan bagi anak dengan kebutuhan khusus. Kalau ada engagement maka proses belajar akan lebih mudah, karena terkoneksi, proses pembelajaran yang nyata (hands-on) bisa dirasakan oleh anak berkebutuhan khusus.” jelasnya. 


Aktivitas Sederhana, Namun Bermakna 


Menurut Ari Budi Kusumastuti atau yang akrab disapa Ibu Ari, sebagai salah satu pendidik yang mengampu program Sosial Studies Functional bagi Anak Berkebutuhan Khusus, kegiatan drive-thru yang dilakukan juga diisi dengan kegiatan menulis surat kepada guru dan teman melalui papan infraboard untuk membangun dimensi komunikatif dalam diri anak berkebutuhan khusus. 


“Selain pembagian learning kit ke murid-murid, terdapat pula kegiatan penulisan surat kepada guru dan teman-teman. Kita mengundang anak-anak untuk menuliskan dan menempelkan di infra board.” ucap Ari. 


(Di sesi pembelajaran secara Drive-Thru, setiap anak berkegiatan menulis surat dari dalam mobil untuk guru dan teman dengan tujuan mengasah kemampuan berkomunikasi dalam tulisan. Dok. Pendidikan Inklusi Cikal)


Ia pun menceritakan tanggapan baik dari para orang tua yang menanggapi kegiatan ini sebagai upaya yang hangat dari Pendidikan Inklusi Cikal untuk mendukung proses pembelajaran bagi murid ABK. 


Di akhir sesi, Vitriani Sumarlis pun menambahkan bahwa secara tampilan, kegiatan ini memang sederhana, namun, secara esensial bermakna bagi anak-anak berkebutuhan khusus.  


“Meskipun kegiatan yang dilakukan ini tergolong sederhana dari sederhana menyapa anak, dan memberi learning kit, serta berkegiatan dari dalam kendaraan murid dengan melihat gurunya menjelaskan sesuatu dan menampilkan sesuatu. Proses belajar ini bisa dirasakan oleh anak berkebutuhan khusus.” tutupnya. (*)


I'M INTERESTED