Bercita-cita Menjadi Penulis Seperti J.K. Rowling, Inilah Cerita Freya Murid SD Cikal Surabaya Penulis Komik Para Pemburu Hantu!

Durasi Waktu Baca : 5 Menit 




Surabaya, Sekolah Cikal. Menulis merupakan sebuah aktivitas yang mengeskpresikan pemikiran, kreativitas, dan juga berkaitan erat dengan kegiatan membaca. Berdasarkan banyak riset ilmiah dikatakan bahwa semakin sering seseorang membaca, maka seiring waktu akan semakin berkembang pula kemampuan menulisnya. Seorang penulis juga dalam hal ini biasanya memiliki ketertarikan pada suatu genre bacaan dan juga penulis favorit yang akan mendorong dirinya terinspirasi untuk terus berkarya. 


Dalam kesempatan kali ini, Cikal mengundang salah satu penulis muda dari SD Cikal Surabaya, yakni Freya Alzena Putri Wira atau yang hangat disapa Freya.  Freya merupakan murid SD kelas 6 dan juga merupakan salah satu penulis Komik Para Pemburu Hantu (2022) dari lini penerbit Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK) Mizan. 


(Cerita Freya Alzena Putri Wira, Penulis Komik Para Pemburu Hantu dan Murid SD Cikal Surabaya. Dok. Cikal)


Sejak kapan Freya memiliki minat di literasi dan sudah berapa karya kira-kira komik tulisannya? Simak selengkapnya di bawah ini yuk! 


Awal Mula Freya Suka Menulis Komik 


Saat berbagi cerita bersama Cikal, Freya mengungkapkan bahwa ia mulai memulai hobinya menulis komik pada tahun 2021. 


Sejak tahun 2021, aku suka menulis komik. Bagiku menulis komik itu merupakan hobi yang setiap kali aku menulisnya, aku merasa senang.” ucapnya. 


Sebagai hobi, ternyata proses menulis komik Freya dipenuhi dengan berbagai tantangan, salah satunya adalah kehabisan ide cerita dalam rangkaian menulisnya. Namun, Freya tidak berhenti begitu saja, ia memberikan ruang sejenak bagi dirinya untuk berhenti dan melakukan aktivitas lainnya yang memantik ide-ide unik baru dalam rangkaian menulisnya. 


“[ketika menulis tantangan yang aku hadapi itu adalah] Suka kehabisan ide cerita. Nah, solusinya, (versi aku) berhenti sebentar, jalan-jalan, main game, nonton tv.. main gitar.. membaca komik..terus dilanjutkan menulis lagi.” tuturnya dengan senang hati. 


(Freya senang sekali membaca komik sejak pandemi covid-19 melanda. Dok. Cikal)



Sebagai orang tua, Desy menceritakan bahwa minat Freya menulis komik mulai berkembang sejak masa pandemi covid-19. Ia banyak membaca dan mengoleksi komik KKPK (KKPK merupakan seri yang menerbitkan karya anak-anak Indonesia usia 6-12 tahun. Seri ini menjadi pelopor media literasi bagi anak-anak untuk membuat kreasi berupa cerita).


“Sejak masa pandemi covid, tahun 2021, Freya banyak membaca dan koleksi komik KKPK.. lalu, ia pun bilang "Mama, boleh ga aku nulis komik? Aku mau komikku dimuat di buku KKPK.” ceritanya. 

 

Mendengar Freya mengatakan hal tersebut, Desy, Ibunda Freya, dan Ayahnya Freya pun memberikan dukungan kepada Freya untuk mulai menuliskan naskah komiknya karena baginya melalui komik dan media yang hadir, bakat Freya pun akan berkembang. 



Baca juga : Dua Murid Sekolah Cikal Unjuk Bakat Wayang dan Bernyanyi Lagu Karya Sendiri di Ajang Children Talent Fest 2022




Cerita Tentang Komik Para Pemburu Hantu, Buku Komik Pertama Freya 


Freya juga menceritakan bahwa dalam proses pembuatan komik Para Pemburu Hantu, ia mempersiapkan naskahnya dalam kurun waktu yang terbilang singkat yakni hanya tiga hari saja. 


“Komik Para Pemburu Hantu merupakan buku pertamaku yang proses penulisan naskahnya berlangsung selama  3 hari, ceritanya tentang setelah nonton film horor. Rani dan Ea menemukan komik misterius di perpustakaan sekolah. Komik itu menceritakan kejadian yang sama dengan yang terjadi dengan yang dialami mereka.” ujar Freya yang kini tengah menyelesaikan naskah komik ke-4nya di tahun 2022. 


Dalam proses penulisan naskah komiknya, ia biasanya berupaya untuk menulis langsung apabila memiliki ide. Selain itu, ia juga biasanya memprioritaskan waktu di rumah dalam penulisan komiknya. 


Baca juga : Cerita Emma Ciptakan E-Book Ilustrasi Kelompok House Cikal Sebagai Hadiah Spesial Ulang Tahun Cikal ke-23





Cerita Freya Sebagai Pelajar di SD Cikal Surabaya 


Tak hanya sebagai seorang penulis komik muda, Freya yang masih duduk di jenjang Sekolah Dasar di Cikal Surabaya ini pun menikmati proses belajar dan pengembangan dirinya di sekolah. Ia berbagi cerita bahwa ia mulai masuk di Sekolah Cikal Surabaya di jenjang kelas 1 SD dan ia menyukai Cikal karena di Sekolah Cikal Surabaya itu tidak ada ujian tertulis, melainkan bentuknya project-based.


“[Aku masuk di Cikal Surabaya] sejak kelas 1. Aku senang sekolah di Cikal, karena tidak ada ujian. Selain itu, aku juga suka program Physical Health Education (PHE) karena seru!” ujarnya. 


Sebagai Ibu, Desy menuturkan bahwa ia dan Ayah Freya memilih Cikal bukan hanya perkara jarak saja, melainkan juga karena kepercayaan bahwa Cikal dapat mengembangkan potensi Freya sepenuhnya. Seiring waktu berjalan Freya menikmati proses pendidikannya, Freya pun mulai menunjukkan bakat-bakat dalam dirinya dengan percaya diri.


“[Kami memilih Cikal itu] karena jarak dengan rumah, lalu kami juga berharap Cikal dapat mengembangkan potensi anak kami, Freya. Selain itu, saya percaya pada proses di mana usaha tidak akan mengecewakan hasil. Selama sekolah di Cikal, bakat-bakat freya mulai terlihat dan saya yakin dengan melalui proses yang baik bakat Freya bisa semakin maksimal.” tutur Desy. 


Baca juga : Sejarah Cikal, Sekolah Berbasis Kompetensi Pertama di Indonesia, Jadi Contoh Praktik Baik Lahirnya Sekolah dengan Pendekatan Personalisasi!





Impian Freya Menjadi Penulis Seperti JK Rowling 


Diakhir sesi berbincang bersama, Freya menyatakan impian terbesarnya untuk menjadi penulis hebat seperti penulis series Harry Potter, J.K Rowling. 


“Aku ingin menjadi penulis di masa depan nanti dan aku  mau seperti J.K. Rowling penulis Harry Potter yang terkenal. Selain itu, aku juga ingin menulis cerita-cerita yang bagus.” ucapnya dengan penuh semangat. 


Orang tua Freya dalam pengasuhan dan pendampingannya juga akan selalu mendukung Freya dalam proses pengembangan dirinya, minat dan bakatnya.


(Freya Alzena Murid SD Cikal Surabaya Bercita-Cita menjadi penulis hebat seperti J.K. Rowling. Dok. Cikal)



“Bagi kami, talent plus hardwork sama dengan awesome. Selama Freya enjoy menjalaninya, happy, passion-nya di menulis, dan selalu berusaha maksimal, kami akan mendukung terus apapun pilihannya.”imbuh Desy.


Ia pun menutup sesi dengan memberikan semangat kepada teman-teman sebayanya untuk juga ikut mengasah diri dalam bidang literasi. Tips dari Freya adalah menulislah jika hadir ide-ide dalam keseharian dan katakan “tidak” untuk plagiarisme. 


“Pesan dari aku untuk teman-temanku itu kalau ada ide langsung menulis dan jangan plagiat, ya!” tutupnya.(*)


Terima kasih banyak Freya dan Ibu Desy atas waktunya berbagi cerita inspiratif tentang perjalanan Freya menciptakan karya Komik Para Pemburu Hantu, semoga Freya akan melanjutkan passionnya untuk menulis naskah dan menerbitkan komik selanjutnya! 





DAPATKAN KARYA KOMIK FREYA “PARA PEMBURU HANTU”


Melalui Toko Buku Terdekat atau Melalui Loka Pasar Pilihan




Informasi Customer Service Cikal 


Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs (tim Customer Service Cikal)




Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal 

  • Narasumber : 

    • Freya Alzena Putri Wira, Year 6, Sekolah Cikal Surabaya

    • Ibu Desy, Orang Tua Freya 

  • Editor : Layla Ali Umar 

  • Penulis : Salsabila Fitriana

I'M INTERESTED