Menerapkan Pendekatan Personalisasi, Sekolah Cikal Bebaskan Murid Mendesain Model Seragam Batik Sampai Mewarnai Rambut!

Durasi Waktu Baca : 5 Menit, 27 Detik 



Jakarta, Sekolah Cikal. Pembelajaran yang menerapkan pendekatan personalisasi menjadi pendekatan yang paling bermakna dalam pola pendidikan di abad 21. Pendekatan ini tentu akan mendorong anak untuk tumbuh menjadi pelajar mandiri yang berkembang lebih baik dengan minat bakatnya serta menjalankan proses refleksi pembelajaran yang lebih utuh dalam diri setiap anak.


Sebagai sekolah inklusi berbasis kompetensi dan pendekatan personalisasi di Indonesia, Sekolah Cikal dalam hal ini telah dikenal tak hanya menerapkan pendekatan personalisasi dalam proses pembelajaran anak sesuai minat bakat dan atau pengajaran saja, melainkan juga dalam interaksi dan pengembangan diri melalui kesempatan untuk mengekspresikan diri melalui berbagai hal di dalam setiap interaksi di sekolah, beberapa di antaranya, gaya seragam batik dan gaya rambut murid.



(Pendekatan Personalisasi di Sekolah Cikal memperkenankan setiap murid, guru, dan karyawan membentuk gaya seragam batiknya sesuai kepribadian. Dok. Sekolah Cikal)


Baca juga : 





PERSONALISASI GAYA BATIK MURID SEKOLAH CIKAL, BERI ANAK HAK KEMBANGKAN DIRI 


Sebagai Head of School Cikal, Tari Sandjojo M.Psi, Psikolog menuturkan bahwa personalisasi dalam pembetukan gaya seragam batik Cikal merupakan salah satu langkah Cikal sebagai sekolah berbasis kompetensi dan selalu berfokus pada anak untuk untuk mengimplementasikan personalisasi secara maksimal. 


“Sebenarnya sejak dulu Cikal telah melakukan personalisasi. Namun, seiring Cikal bertumbuh usaha Cikal untuk mengimplementasikan komitmen personalisasi secara maksimal semakin banyak dan semakin kuat. Misalnya melalui personalisasi gaya seragam batik setiap anggota komunitas Cikal, baik itu murid, guru, juga tim Cikal.”


Ia juga menyebutkan bahwa pada sebagai sekolah yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan anak dan pengembangan diri anak secara utuh di dalam kehidupan, kesempatan untuk memvariasikan gaya seragam batik juga ditujukan untuk membuat anak lebih nyaman mengembangkan dirinya sendiri dan menumbuhkan keseimbangan dalam hidup anak-anak.


“Sebelum program-based di Cikal pun, dari awal seragam Cikal sudah boleh desain sesuai minat dan kepribadian anak. Kami percaya setiap individu perlu keseimbangan (balance) dalam hidup, antara yang memang boundaries (aturan atau policy yang memang harus diikuti untuk belajar mengikuti aturan atau disiplin) dengan hal-hal yang boleh ditentukan sendiri. Teorinya dalam hal ini adalah apabila seseorang miliki keseimbangan (balance) dari aturan dan freedom of will akan membuat anak lebih nyaman mengembangkan diri dan proses belajarnya akan lebih kondusif dan optimal.” jelasnya.


Baca juga : Pentingnya Workshop Orang Tua Dihadirkan Berkala di Sekolah 





“Mendesain gaya batik dan gaya rambut merupakan langkah Cikal mengimplementasikan pendekatan personalisasi secara maksimal!”

Tari Sandjojo, Head of School Cikal





(Dress Policy atau aturan berpakaian tetap hadir di Cikal sebagai panduan untuk pelaksanaan personalisasi seragam bagi setiap anggota komunitas Cikal. Dok. Cikal)


Kebebasan dalam mendesain seragam batik Cikal pun menjadi analogi atau contoh yang paling jelas dari Cikal untuk membangun keseimbangan antara batasan (boundaries) dan hak istimewa  (privilege) setiap anak.


“Seragam itu memang harus tetap batik Cikal, tetapi  cara  mereka desain kami berikan ruang untuk menyesuaikan kepribadian masing-masing dengan tetap mengacu pada  dress policy yang telah ditetapkan oleh Cikal.” tambahnya.


Menurut salah satu orang tua Cikal, Marizka Guzkoro, pemberian kesempatan membentuk gaya seragam batik Cikal secara personalisasi merupakan langkah yang baik sekali dan patut diapresiasi. 


“Bagi saya sangat bagus sekali, anak turut serta milih model yg diinginkan sehingga sesuai dengan keinginan sendiri, sehingga semakin semangat ke sekolah. Selain itu, bagi saya penting sekali untuk menerapkan pendekatan personalisasi karena anak juga bisa mengenal dirinya sendiri, anak akan tahu apa yang digemari dan yang kurang disukai, sehingga bisa memperdalam keunggulan dalam dirinya.” ucapnya.




PERSONALISASI GAYA RAMBUT TIDAK MENGUBAH KARAKTER PELAJAR 

Selain memberikan ruang untuk membentuk desain batik Cikal secara personalisasi bagi setiap murid, guru dan tim Cikal. Cikal juga memberikan izin untuk mempersonalisasikan gaya rambut sebagai bagian dari implementasi pendekatan personalisasi Cikal. Menurut Tari Sandjojo, penampilan seorang anak itu tidak akan mengubah kepribadian atau karakter anak sebagai pelajar yang memiliki 14 Dimensi Cikal. 


The latest one, pengembangan personalisasi di Cikal adalah mengenai gaya dan warna rambut. Pada dasarnya, acuan pertimbangan kami adalah penampilan itu tidak mengubah kepribadian atau karakter pembelajar. Anak-anak yang memiliki rambut gondrong atau berwarna akan tetap punya komitmen, mandiri, tetap menjadi  murid Cikal yang punya 14 dimensi, walau gondrong atau cat biru, dengan segala karakter dan perkembangannya dengan situasi atau kebiasaan (habit) yang dibangun Cikal.” jelas Tari. 


(membentuk gaya rambut dengan menyesuaikan kepribadian dan minat untuk mengekspresikan diri juga diperkenankan di Sekolah Cikal. Dok. Sekolah Cikal)


Pembentukan gaya rambut dan warna rambut dalam hal ini juga menurut Tari akan tetap diberikan panduan oleh Cikal agar selama proses belajar tetap tidak mengganggu kenyamanan proses belajar anak di sekolah. 

 

Sebagai Pendiri Cikal, Najelaa Shihab pun menambahkan bahwa kehadiran personalisasi di Cikal juga dibentuk berdasarkan kesepakatan bersama dan komunikasi dua arah.


“Di Cikal, kita punya yang namanya “Kesepakatan Bersama”. Nah, kesepakatan bersama itu, sifatnya bukan satu arah, bukan cuma peraturan sekolah. Tetapi, kita yakin perlu dilakukan sama-sama, dan dihormati sama-sama di Cikal. Nah, di Cikal, dilihat satu-satu : apa tindakan yang mengganggu; apa yang menunjukkan kita tidak peduli. Dalam diskusi antara guru dan murid,  rambut itu dianggap sebagai sesuatu yang lebih pilihan pribadi. Jadi, tidak akan mengganggu orang lainkan kalau rambutnya gondrong atau rambutnya warna-warni? Selama itu disepakati sama-sama, maka peraturannya tidak akan berubah. Boleh gondrong, boleh dicat rambutnya di Cikal.” ucap Najelaa. 





PENDEKATAN PERSONALISASI DI CIKAL, BENTUK KESEIMBANGAN DIRI ANAK SEBAGAI MANUSIA 


Salah satu orang tua murid Sekolah Cikal Surabaya, Vivi Adeliana, menceritakan bahwa memilih sekolah Cikal baginya dikarenakan oleh kehadiran pendekatan personalisasi yang memberikan kesempatan bagi anak-anaknya untuk mengekspresikan diri. 


“Kenapa Cikal? Salah satunya karena bisa bebas berekspresi! Seragam boleh didesain sendiri. Jadi, kalau melihat anak-anak Sekolah Cikal pasti punya style masing-masing yang merepresentasikan karakternya. Rambut boleh diwarnai dan sepatu tidak harus hitam.” ceritanya. 


Menghadirkan pendekatan personalisasi sejak awal pendiriannya, Sekolah Cikal telah menerapkan pendekatan personalisasi di dalam berbagai aspek, baik dalam pemilihan program yang menyesuaikan minat dan bakat anak (program-based), pemilihan framework pembelajaran (IB, Cambdrige dan Nasional), pembentukan gaya seragam batik, gaya rambut dan masih banyak lagi. 


“Dari awal Cikal berdiri, kami meyakini bahwa semua individu butuh balanced antara memiliki privilege menentukan apa yang terbaik menurut jati diri, dan boundaries adanya batas-batas untuk diri. Dari seragam, seragam memang salah satu identitas atau tanda Cikal, namun bagaimana mengenakannya atau gayanya itu disesuaikan ekspresi dan jati diri. Kami bersyukur bahwa pendekatan personalisasi di Cikal ini sangat bermakna bagi setiap anggota komunitas Cikal. Kita selalu percaya balanced bisa diimplementasi dengan banyak cara dan akan selalu berpusat pada anak.” tutup Tari(*)


Baca juga : Cara Sekolah Cikal Sebagai Sekolah Inklusi Mengasah Kecerdasan Emosional Anak : Ada Program Khusus yang Jadi Favorit Anak-Anak!




Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal bagi anak berkebutuhan khusus melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs (tim Customer Service Cikal)




Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal 

  • Narasumber : Tari Sandjojo 

Tari Sandjojo M.Psi, Psikolog merupakan Head of School Cikal yang berlatar pendidikan lulusan Psikologi Universitas Indonesia. Sejak lulus, ia memiliki semangat berkarier di bidang pendidikan dan anak-anak. 

  • Editor : Layla Ali Umar 

  • Penulis : Salsabila Fitriana

I'M INTERESTED