Durasi Waktu Baca : 3 Menit
Bandung, SD Cikal Bandung. Belajar di sekolah berbasis kompetensi dan personalisasi seperti di SD Cikal Bandung memberikan ruang bagi para murid untuk memahami lebih dalam peran sosial dan keterkaitannya satu sama lain di kehidupan dengan cara memanusiakan hubungan dan memberdayakan konteks.
Pada (5/2), SD Cikal Bandung, khususnya murid-murid kelas 2 SD, mengikuti kegiatan Meet The Community Helper, sebuah kegiatan yang mempertemukan anak-anak SD dengan sosok-sosok inspiratif yang memiliki peran di kehidupan bermasyarakat. Pada momen tersebut, murid SD Cikal Bandung berkesempatan untuk berbincang dengan Pengemudi Bus dan memahami lebih dalam peran pengemudi bus dalam bermasyarakat. (SD Cikal Bandung Belajar Arti Peran Sosial. Dok. Cikal Bandung) Apa misi yang sebetulnya digerakkan oleh SD Cikal Bandung? Bagaimana gambaran kegiatannya? Serta apakah ada cerita dari salah satu murid akan pengalaman tersebut? Selengkapnya simak penjelasannya di bawah ini! Natasya Senella, Homeroom SD Cikal Bandung, mengungkapkan bahwa kegiatan Meet The Community: Pengemudi Bus merupakan bagian dari pembelajaran Integrated Program (Program-program belajar yang terintegrasi) dengan tajuk “Working Together”. Para murid dikenallkan makna arti kerjasama yang berlangsung di mana saja, dan di dalam peran sosial apa pun dalam kehidupan. “Kegiatan ini adalah bagian dari program Integrated Program dengan judul unit: Working Together. Murid murid belajar bahwa kerja sama itu tidak hanya dirumah dan sekolah tetapi juga di lingkungan sekitar. Salah satu contoh nya ialah kerja sama masyarakat dengan Pengemudi Bus. Tugas Pengemudi Bus ialah mengantarkan orang orang ketempat tujuannya. Tanpa Pengemudi Bus, banyak orang kesulitan untuk bepergian. Misinya ialah, murid2 mendapatkan pandangan bahwa kerja sama dibutuhkan dimanapun dalam pekerjaan apapun yang tujuannya membantu banyak orang.” jelasnya. Kamilla, murid kelas 2 SD Cikal Bandung, menceritakan pengalamannya dan hal baik yang ia dapatkan saat sesi berbincang dengan pengemudi bus di sesi Meet The Community Helper. Ia mengungkapkan bahwa pengemudi bus adalah pekerjaan yang hebat karena membantu banyak orang dengan bekerja sama. “Kemarin cerita tentang bekerja sama sebagai Pengemudi Bus. Contohnya bekerja sama kalau penuh, jadi penumpang tsb tidak bisa masuk atau naik ke mobil itu. Kerja sama itu penting, kalau tidak kerja sama bisa terjadi kecelakan, dan nenek yang berdiri bisa jadi kakinya pegel (karena tidak dapat duduk). Pengemudi Bus membantu orang banyak. Harus bekerjasama di manapun itu.. Di sekolah iya, di bus iya. Everywhere we have to work together.” ceritanya. Baca Juga : SD Cikal Serpong Debut Tanding 4v4 Football Indonesia Natasya juga menuturkan bahwa di kegiatan Meet The Community ini para murid SD Cikal Bandung juga diberikan pemahaman saat berdialog dengan pengemudi bus bahwa setiap profesi memiliki arti dan peran sebagai manusia adalah saling menghormati dan menghargai. “Kegiatan ini memiliki esensi memberikan pengalaman yang nyata dan setiap pekerjaan itu penting dan saling mendukung.Masyarakat berjalan baik karena ada banyak profesi yang bekerja sama. Anak jadi sadar bahwa dalam kehidupan sehari-hari pun mereka perlu bekerja sama seperti di dalam bus (tidak berebut, tertib, saling menghormati).Membantu anak memahami bahwa kehidupan masyarakat berjalan karena adanya kerja sama, tanggung jawab, dan saling menghargai antar profesi.” tambahnya. Baca Juga : Murid TK Cikal Bandung Belajar Kebudayaan Sunda ke Sindang Reret Sebagai SD swasta nasional terakreditasi A dan berbasis kompetensi di kota Bandung, SD Cikal Bandung berupaya untuk mengasah 15 kompetensi yang sejalan dengan cita-cita Cikal. Namun, dalam kesempatan sesi belajar arti peran sosial di kehidupan bersama pengemudi bus, menurut Natasya, para murid berupaya dikuatkan 4 kompetensi, antara lain, komunikatif, berpikiran terbuka, peduli, dan berwawasan. “Kami ingin membantu menguatkan beberapa kompetensi pada anak, terutama komunikatif (communicative), berpikiran terbuka (open-minded), peduli (caring), dan berwawasan (applying knowledge & skills). Kami ingin murid-murid mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna karena mereka melihat secara nyata bagaimana sebuah peran memberi dampak bagi komunitas.”ucapnya. Berikut poin gambaran penguatan 4 kompetensi dari interaksi dengan pengemudi bus: Anak belajar bertanya dan mendengarkan dengan baik (communicative), memahami serta menghargai berbagai peran dalam masyarakat (open-minded), dan menumbuhkan rasa peduli terhadap keselamatan diri serta orang lain (caring). Selain itu, anak juga mulai menerapkan pengetahuan tentang aturan dan keselamatan dalam kehidupan sehari-hari (applying knowledge & skills). Natasya juga menambahkan bahwa dalam praktik keseharian SD Cikal Bandung selalu berupaya untuk menumbuhkan kesiapan hidup anak sejak dini. Dengan paparan pengalaman langsung berdialog, melakukan refleksi dan kolaborasi anak-anak akan memahami peran hidup lebih dalam lagi untuk dapat menjadi individu yang siap hadapi tantangan hidup. “Meet The Community Helper adalah salah satu cerminan nyata komitmen SD Cikal Bandung dalam menumbuhkan kesiapan hidup sejak dini. Melalui pengalaman langsung, refleksi, dan kolaborasi, anak-anak tidak hanya belajar apa yang harus diketahui, tetapi juga bagaimana menjadi pribadi yang mampu berkontribusi dan berdaya dalam kehidupan.” imbuhnya.(*) Baca Juga : Sepakat dalam Tujuan Pendidikan, Cara Sekolah Cikal Bandung Optimalkan Potensi Anak Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal Narasumber : Natasya Senella, Pendidik SD Cikal Bandung Editor : Layla Ali Umar Penulis : Salsabila Fitriana
Memaknai Arti Kerjasama di Kehidupan
Belajar Memahami Setiap Profesi Memiliki Arti
Penguatan 4 Kompetensi Cikal dalam Diri Murid
Informasi Cikal Support Center