Perlukah Care Giver ABK Diberikan Pelatihan di Sekolah Inklusif? Ini Pandangan Ahli dari Cikal

Perlukah Care Giver ABK Diberikan Pelatihan di Sekolah Inklusif?

Durasi Waktu Baca : 2 Menit


Jakarta, Pendidkan Inklusi Cikal. Care Giver atau seseorang yang berdedikasi untuk mendampingi anak dengan kebutuhan khusus merupakan salah satu sosok yang penting dalam mendukung ABK berkegiatan dalam keseharian, misalnya, Kakek, Nenek, Sibling atau Saudara Kandung, atau profesional. 


Seiring masyarakat semakin peka akan pentingnya kompetensi Care Giver dalam mendampingi ABK, maka pertanyaan mengenai perlukah Care Giver mendapatkan pelatihan rutin untuk dapat optimal mendampingi ABK beraktivitas dalam kegiatan sekolah atau pengembangan diri rutin berulang dan apakah sekolah luar biasa atau sekolah inklusi dapat memberikan pelatihannya.


Ahli Pendidikan Inklusi dari Sekolah Cikal yang juga merupakan Coordinator Associate Pendidikan Inklusi Cikal, Muthia Devita, memberikan pandangan bahwa Care Giver ABK perlu mendapatkan pelatihan agar pendampingan keseharian yang diberikan kepada ABK dapat lebih terstruktur dan mencapai pengembangan yang optimal. 


Apa yang membuat pelatihan Care Giver ini dikatakan mennjadi salah satu hal yang esensial? Simak penjelasan dari Muthia Devita berikut!

Pelatihan Care Giver ABK itu Upaya Kolaboratif dan Suportif Bagi ABK


Muthia menyatakan bahwa pelatihan Care Giver ABK adalah sebuah upaya kolaboratif yang digerakkan oleh Sekolah Inklusi, misalnya dalam hal ini yang telah diterapkan oleh Sekolah Cikal secara rutin, sebagai upaya kolaboratif sekolah dan keluarga dengan ABK untuk menciptakan lingkungan yang konsisten, aman, dan suportif dalam tumbuh kembang ABK.


“Peran care giver atau pengasuh memegang posisi yang cukup penting, karena mereka  juga  sering berinteraksi dengan anak dalam keseharian. Pelatihan atau pendampingan oleh sekolah bukanlah bentuk alih tanggung jawab pengasuhan, melainkan upaya kolaboratif untuk menciptakan lingkungan yang konsisten, aman, dan suportif bagi ABK.” ucapnya. 


Bila pelatihan ini memberikan makna dan pengaruh keselarasan dalam upaya mengoptimalkan tumbuh kembang ABK, tambah Muthia, maka ke depannya perkembangan ABK akan berlangsung lebih optimal dan berkelanjutan.


“Ketika sekolah, orang tua, dan pengasuh berada dalam satu pemahaman yang selaras, perkembangan ABK dapat berlangsung lebih optimal dan berkelanjutan.” imbuhnya.(*)


Baca Juga : 



Informasi Cikal Support Center

Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs 


Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal 

  • Narasumber : Muthia Devita, Pendidikan Inklusi Cikal Lebak Bulus jenjang SMP dan SMA Coordinator Associate

  • Editor : Layla Ali Umar 

  • Penulis : Salsabila Fitriana


I'M INTERESTED