Bangun Kebiasaan Saling Menghargai Sesama, Murid TK-SD


Durasi Waktu Baca : 4 Menit



Jakarta, Sekolah Cikal.Menumbuhkan kesadaran dan kepedulian dalam diri anak-anak sejak dini akan membangun hubungan pertemanan yang sehat, menghargai perbedaan perspektif atau emosi setiap manusia, hingga mencegah perundungan dapat dilakukan melalui ekosistem sekolah dengan menghadirkan aktivitas atau kegiatan yang lekat dengan keseharian sebagai manusia.


Sebagai sekolah swasta inklusi dan berbasis kompetensi favorit di berbagai kota, Sekolah Cikal mengajak murid-muridnya di jenjang TK-SD untuk memahami pertemanan sehat dan menggerakkan kampanye pertemanan sehat (Healthy Friendship Campaign) kepada teman-teman sebaya dalam program Personal and Social Education (PSE). 

Kegiatan Pengenalan dan Kampanye Pertemanan Sehat Sejak Dini, Melatih Kemampuan Sosial Anak 


Psikolog klinis anak dan juga Personal and Social Education (PSE) Program Leader di Sekolah Cikal, Lecya Lalitya, S.Psi, M.Psi, Psikolog atau yang akrab disapa Psikolog Caca menjelaskan bahwa esensi pertemanan sehat bagi anak-anak itu adalah sebuah hubungan pertemanan yang kedua pihak atau lebih yang terlibat berada dalam emosi positif dan mendukung perkembangan satu sama lain. 


“Pertemanan sehat itu adalah sebuah hubungan dapat dikatakan sehat apabila kedua pihak (atau pihak-pihak) yang terlibat dalam hubungan tersebut cenderung berada dalam emosi yang positif dan mendukung perkembangan satu sama lain, apabila terjadi konflik akan dihadapi bersama dalam upaya mempertahankan hubungan tersebut.” jelasnya. 


Dalam kegiatan pengenalan akan pertemanan sehat pada murid-murid di jenjang TK-SD Cikal dilakukan, ia menuturkan bahwa langkah ini merupakan upaya melatih kembali kemampuan sosial mereka akan cara berteman, berinteraksi, dan menyelesaikan konflik dengan cara yang baik. 


“Kami di sekolah melihat bahwa salah satu dampak pandemi bagi anak adalah kehilangan kesempatan untuk melatih kemampuan sosial (social skill), seperti cara berteman yang baik dan cara menyelesaikan konflik dengan teman. Dampaknya, seringkali terjadi konflik saat berinteraksi dengan teman. Oleh sebab itu, kami menjadikan kegiatan house sebagai wadah untuk kembali mengingatkan dan melatih kemampuan anak menjalin pertemanan yang sehat.” jelasnya.

Caca juga menambahkan bahwa kegiatan pengenalan dan kampanye pertemanan sehat yang dilakukan terhadap murid TK-SD ini merupakan langkah yang tepat dan dilakukan dengan aktivitas yang berbeda-beda sesuai fase perkembangan anak di jenjangnya. 

Kegiatan yang kami lakukan ini ditujukan kepada seluruh reception dan primary level karena kami percaya bahwa untuk menciptakan lingkungan pertemanan yang sehat di sekolah perlu dilatih sedini mungkin dan terus dikembangkan. Akan tetapi, kegiatan disesuaikan dengan konflik yang terjadi dan pemahaman masing-masing level. Sebagai contoh, pada kelas reception hingga Y2, murid-murid lebih diajak untuk menonton video dan bermain peran. Sedangkan pada kelas Y3-Y6, murid-murid lebih diajak mengisi kuesioner dan berdiskusi.” ucapnya. 


Baca juga : Tim Delegasi Sekolah Cikal Amri Setu Raih Banyak Medali Emas dan Perak di World Scholar’s Cup Regional Round




Kampanye Pertemanan Sehat, Sebuah Intervensi Sistemik Pada Anak-Anak 

Sebagai psikolog klinis anak yang telah mendedikasikan dirinya untuk mendampingi pengembangan diri anak dan kesehatan mental anak sejak 2017 di ruang publik dan di Sekolah Cikal sejak 2020, Psikolog Caca menuturkan bahwa mengajak anak-anak untuk memahami dan menggerakkan kampanye pertemanan sehat dengan sebayanya merupakan sebuah intervensi sistemik dalam pendekatan psikologis dan pendidikan. 

Healthy Friendship Campaign merupakan sebuah upaya intervensi sistemik dari kami sebagai pendidik dan juga psikolog, jadi tidak hanya datang dari konselor tetapi juga melibatkan house, homeroom teachers, dan seluruh program leader terhadap anak-anak sejak dini.” jelasnya. 


Ia juga menambahkan bahwa tujuan akhir dari pengenalan hingga kampanye ini adalah menumbuhkan sikap menghargai perbedaan perspektif dan/atau emosi atas setiap individu dalam merespon sebuah masalah serta resolusi konflik di sekolah.


“Tujuan utama kegiatan ini adalah  murid-murid dapat menghargai perbedaan perspektif atau emosi setiap individu dalam merespon sebuah masalah dan menunjukkan resolusi konflik yang sesuai, sehingga akhirnya tercapai lingkungan pertemanan yang sehat di sekolah.” ucapnya. 


Baca juga: Dua Murid Sekolah Cikal Unjuk Bakat Wayang dan Bernyanyi Lagu Karya Sendiri di Ajang Children Talent Fest 2022





Pertemanan Sehat Ditumbuhkan di Sekolah Cikal Melalui Program Personal and Social Education


Psikolog Caca menjelaskan bahwa sebagai sekolah inklusi, Sekolah Cikal telah mengajarkan anak-anak sejak jenjang reception atau Taman Kanak-Kanak (TK) melalui program Personal and Social Education (PSE).

“Sekolah Cikal telah mengajarkan pertemanan sehat sejak dini melalui salah satu program Cikal yaitu PSE, atau personal and social education. Sesuai dengan namanya, program ini mengajarkan anak untuk mengenali dirinya sendiri, meregulasi emosi, memahami perspektif orang lain, hingga tahapan penyelesaian masalah.” ujarnya. 

Dalam penerapannya, Psikolog Caca menyebutkan salah satu contoh penerapannya di kelas 6 yakni anak-anak belajar mengenai perspektif dan miskonsepsi dan keterkaitannya dalam konflik. 

“Salah satu penerapan dari PSE itu adalah misalnya di kelas 6, anak belajar untuk belajar tentang perspektif dan misconception, serta bagaimana kedua hal ini dapat menimbulkan konflik. Anak diminta untuk mengingat kembali konflik yang pernah mereka alami, lalu diajak mengenali sudut pandang masing-masing pihak yang terlibat, dan mengevaluasi cara mereka menyelesaikan konflik tersebut. Pada akhirnya, anak diharapkan dapat meningkatkan cara mereka menyelesaikan masalah di kemudian hari.” tutupnya.(*)

Baca juga : Dukung Anak Ekspresikan Diri dengan Ragam Gagasan dan Imajinasi, Sekolah Cikal Surabaya Beri Ruang Bagi Murid Kreasikan Sudut Sekolah Dengan Mural!




Informasi Customer Service Cikal 


Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs (tim Customer Service Cikal)




Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal 

  • Narasumber : Lecya Lalitya, S.Psi, M.Psi, Psikolog

Ms Caca is a certified clinical child psychologist, who graduated from Universitas Indonesia majoring in Clinical Child Psychology. She joined Sekolah Cikal in 2020 as a school counselor and PSE program leader. Ms Caca has been working with children since 2017. She is  passionate about child development and mental health. She believes in the "connection before correction" approach.


  • Editor : Layla Ali Umar 

  • Penulis : Salsabila Fitriana


I'M INTERESTED