Dukung Perlindungan dan Pelestarian Hewan, Murid SMP Cikal Lebak Bulus Berkunjung ke Animal Shelter!

Murid SMP Cikal Lebak Bulus Berkunjung ke Animal Shelter Dukung Perlindungan Hewan


Durasi waktu baca : 3 menit



Jakarta, SMP Cikal Lebak Bulus. Murid kelas 8 SMP Cikal Lebak Bulus berkunjung ke Animal Shelter sebagai bagian dari Cikal Aksi-Aksi, program pengabdian masyarakat Sekolah Cikal yang dirancang untuk menanamkan empati, kepedulian sosial, dan kemandirian sejak dini. 


Program ini mengajak murid, mulai dari usia prasekolah, untuk peka terhadap lingkungan sekitar, mengenali masalah, dan melakukan tindakan nyata (aksi). Penangkaran hewan dipilih para murid sebagai cerminan dari dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) yang berfokus pada SDG 14 dan 15, yaitu tentang kehidupan di darat.


Kunjungan Murid SMP Cikal Lebak Bulus ke animal shelter

(Kunjungan Murid SMP Cikal Lebak Bulus ke animal shelter. Dok.Cikal)


Bima, salah satu perwakilan murid SMP Cikal Lebak Bulus yang berkunjung ke Animal Shelter, membagikan cerita dan pengalamannya berkunjung ke penangkaran ikan dan buaya yang dikelola oleh Kementerian Kelautan Perikanan.


Seperti apa ceritanya dan bagaimana pengalaman ini membentuk pengembangan diri Bima dan murid lainnya lebih baik? Simak selengkapnya berikut ini! 


Baca juga : Perjalanan Budaya Murid Berkebutuhan Khusus SD Cikal Lebak Bulus ke Bali Beri 5 Pengaruh Pengembangan Diri




Rancang Kunjungan ke Animal Shelter Secara Mandiri

Robiatul Adawiyah, Program Leader Cikal Aksi-Aksi menyebutkan bahwa Cikal Aksi-Aksi kali ini adalah bagian dari out of school project, yang merupakan inisiatif, kegiatan, atau pembelajaran di luar lingkungan sekolah. Murid pun tidak berangkat bersama sekolah, melainkan secara mandiri, mereka juga menyusun rangkaian kegiatan kunjungan ini secara bersama tanpa campur tangan sekolah.


“Kegiatan kunjungan ini merupakan personal field trip murid. Kami tidak berangkat bersama. Para murid mencari tempat visitasi sendiri, melakukan kerjasama, dan mengontak pihak terkait secara mandiri. Mereka lalu akan mewawancarai dan melaporkan hasil temuan kunjungan tersebut. Kegiatan ini dijadwalkan pada akhir term 3 lalu, sehingga para murid benar-benar mengisi waktu liburnya dengan kegiatan bermanfaat.” kata Robiatul. 


Dalam kegiatan ini, murid-murid kelas 8 SMP Cikal Lebak Bulus terbagi dalam beberapa kelompok, dan masing-masing kelompok mengunjungi Animal Shelter yang berbeda, salah satunya adalah penangkaran buaya dan ikan. 


Baca juga : Kunjungan Lapangan Belajar Transisi Teknologi, Murid SD Cikal Surabaya Asah 10 Kompetensi Diri 




Menyoroti Isu Perburuan Buaya Ilegal 

Bima, murid kelas 8 SMP Cikal Lebak Bulus, membagikan cerita saat mereka berkunjung ke Instalasi Karantina Ikan. Bagi Bima dan kelompok, kunjungan ini mencerminkan masalah Sustainable Development Goals (SDG) 15 tentang Kehidupan di Darat yang salah satu misinya adalah menghentikan perburuan liar dan perdagangan ilegal satwa.


“Hewan yang kami teliti adalah buaya. Kami ingin mencari informasi mengenai perburuan buaya ilegal, namun tidak ada dokumentasi secara legal mengenai hal tersebut dan masalah yang sebenarnya adalah kurangnya ruang atau lahan baik untuk komunitas lokal (manusia) dan buaya.” kata Bima.


Bima juga belajar bahwa solusi yang dapat dilakukan adalah dengan mengoptimalkan strategi penangkaran konservasi. 


“Permasalahan ini diatasi dengan menangkap dan membawa buaya yang ditemukan ke penangkaran. Lalu buaya dirawat dan diberi makan. Selain itu, mereka juga membantu buaya bisa hidup normal kembali di alam liar, contohnya seperti mengajari mereka untuk berburu makan sendiri.” jelas Bima. 


Baca juga : Murid SD Cikal Lebak Bulus Belajar Proses Kreatif dan Resensi Buku di Kepustakaan Populer Gramedia! 




Asah Empati dan Belajar Ciptakan Solusi

Kunjungan murid ke Animal Shelter dalam rangka Cikal Aksi-Aksi membuka pandangan mereka mengenai kesejahteraan dan kelestarian hewan. Tidak berhenti pada rasa peduli, murid juga mengasah berpikir kritisnya melalui identifikasi masalah dan merancang solusi yang relevan.


“Kami juga bisa lebih berempati dengan melakukan refleksi diri, belajar lebih sabar dan lebih mengerti satu sama lain. Meskipun pada persiapannya kami sempat kewalahan, namun kami mulai memikirkan dan memberikan ide kepada satu sama lain.”  kata Bima. 




(Cikal Aksi-Aksi ke Animal Shelter oleh SMP Cikal Lebak Bulus Asah Kemampuan murid Ciptakan solusi. Dok.Cikal)



Robiatul juga menambahkan bahwa langkah-langkah dari rangkaian kunjungan mereka juga merupakan representasi dari Design thinking process yang merupakan salah satu sarana pengembangan solusi kreatif dalam kehidupan.


“Sejatinya, makna dan tujuan Cikal Aksi-Aksi ke Animal Shelter kali ini adalah untuk mengasah empati, mengidentifikasi masalah lingkungan, dan mencoba menawarkan solusi adil serta penuh kepedulian. Murid juga membuat prototipe yang merupakan bagian dari design thinking process. Nantinya, mereka akan mempresentasikan kepada pihak terkait sebagai alternatif masalah yang ada.” kata Robiatul.


Lebih dari itu, murid juga merefleksikan kunjungan mereka ke Animal Shelter. Robiatul mengungkapkan bahwa para murid lebih peka terhadap masalah lingkungan dan memahami keterkaitan kehidupan manusia dan hewan.


“Banyak yang mengatakan bahwa murid jadi lebih sadar untuk memelihara lingkungan agar hewan langka atau endemik tidak punah. Mereka juga dapat berpikir secara kritis tentang segala aktivitas manusia di bumi ini juga berkaitan dengan kehidupan makhluk lain dan berdampak besar bagi kelangsungan hidup semua makhluk di bumi.” lanjutnya.


Baca juga : 2 Cara Rumah Main Cikal Ajarkan Kepercayaan dan Kejujuran 




Perkuat Kompetensi 5 Bintang Cikal 


Cikal Aksi-Aksi yang berlangsung di SMP Cikal Lebak Bulus ini tidak hanya mendorong murid untuk lebih aktif dan empati terhadap kelestarian hewan. Tetapi juga mengembangkan Kompetensi 5 Bintang Cikal (Cikal 5 Stars Competencies), seperti Self-Regulated Learner (Pelajar Merdeka), Emotionally, Morally, and Spiritually Rich (Pribadi Bahagia dan Bijak), Skillful and Effective Thinker (Pemikir Terlatih dan Efektif), Empowering Member of Just, Sustainable and Peaceful Global Society (Warga Dunia yang Berdaya untuk Mewujudkan Masyarakat yang Berkeadilan, Berkelanjutan, dan Damai).


Bagaimana penerapan murid dalam Kompetensi 5 BIntang Cikal? Berikut penjelasannya.


  1. Self-Regulated Learner:murid melakukan refleksi diri untuk menjalankan proyek dengan baik.

  2. Emotionally, Morally, and Spiritually Rich: murid mampu menyeimbangkan urusan pribadi dengan tanggung jawab kelompok, sehingga proses diskusi, perencanaan, hingga kunjungan ke penangkaran buaya dapat berjalan lancar. Bima dan tim juga belajar sikap kooperatif, baik antar anggota maupun dengan pihak ketiga, serta memegang prinsip, komitmen, dan tanggung jawab bersama.

  3. Skillful and Effective Thinker: murid dapat memanfaatkan kemampuan yang dimiliki dan berpikir kritis untuk mendukung kelancaran proyek, disertai komunikasi yang baik dan ide-ide inovatif untuk membantu KKP. 

  4. Broadminded and Physically Sound : murid terbuka terhadap berbagai ide dan aktif berdiskusi. 

  5. Empowering Member of a Just, Sustainable, and Peaceful Global Society: murid dapat menunjukkan kepedulian, saling membantu, tidak memaksakan kehendak, serta berpartisipasi aktif dalam berbagai peran.(*)

Baca juga : Alisha, Murid SD Cikal Lebak Bulus, Raih 5 Medali Kejuaraan Gymnastic Nasional dan Internasional 




Informasi Cikal Support Center


Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs 




Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal 

  • Narasumber : 

    • Bima, Murid Kelas 8 SMP Cikal Lebak Bulus & Perwakilan Kelompok 6 Cikal Aksi-Aksi ke Animal Shelter

    • Robiatul Adawiyah, Koordinator CAA Cikal Lebak Bulus

  • Editor : Salsabila Fitriana 

  • Penulis : Rahma Yulia 



I'M INTERESTED