Murid SD Cikal Lebak Bulus Belajar Proses Kreatif dan Resensi Buku di Kepustakaan Populer Gramedia!

Murid SD Cikal Lebak Bulus Belajar Proses Kreatif Buku di Kepustakaan Populer Gramedia!


Durasi waktu baca : 3 menit 



Jakarta, Sekolah Cikal Lebak Bulus. Murid kelas 6 SD Cikal Lebak Bulus melakukan kunjungan ke Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), salah satu penerbit terbaik Indonesia yang melahirkan banyak buku-buku inspiratif di Jakarta. Kunjungan ini bertujuan agar murid memperoleh pengetahuan menyeluruh dan pengalaman praktis mengenai proses kreatif dan kontribusi dalam dunia literasi.



(SD Cikal Lebak Bulus ajak murid belajar proses kreatif buku di KPG Jakarta. Dok.Cikal)


Tyasti Aryandini, Homeroom murid kelas 6 SD Cikal Lebak Bulus, membagikan cerita bahwa terdapat 4 kebermanfaatan yang didapat murid selama kunjungan berlangsung.


Apa saja empat hal tersebut? Mari simak selengkapnya di artikel berikut!


Baca juga : Perjalanan Budaya Murid Berkebutuhan Khusus SD Cikal Lebak Bulus ke Bali Beri 5 Pengaruh Pengembangan Diri




  1. Memahami Esensi Resensi Buku dalam Dunia Literasi

Kunjungan murid kelas 6 SD Cikal Lebak Bulus ke Kepustakaan Populer Gramedia tak hanya membaca atau berkenalan dengan karya sastra. Pada praktiknya, murid diajak untuk resensi buku, yaitu mengulas, menilai, dan menginterpretasi sebuah buku. 


“Salah satu tujuan utama kunjungan ini adalah resensi buku. Selain memahami definisinya, murid belajar teknik, struktur dan elemen penting dalam penulisan resensi buku yang efektif, serta memahami esensinya sebagai kontribusi literasi. Dari praktik sebuah resensi, murid dapat menyadari pentingnya kontribusi mereka dalam mendorong budaya membaca dan literasi melalui penulisan resensi yang berkualitas.” kata Tyasti. 


Dalam prosesnya, murid dibimbing untuk memilih buku sesuai dengan tingkat kemampuan membaca masing-masing murid, novel berbahasa Indonesia yang relevan dengan usia murid, dan dipersilahkan memilih buku sesuai dengan minat murid.


“Kemampuan memilih novel untuk diresensi sangat penting karena membantu murid tidak hanya membaca permukaan, tetapi juga memahami isi dan pesan yang ingin disampaikan penulis secara lebih mendalam, sehingga murid mampu mengapresiasi karya sastra lebih utuh dan reflektif.” lanjut Tyas. 


Baca juga : Pentingnya Ajarkan Anak Usia Dini Bersabar dan Manfaatnya untuk Regulasi Emosi




  1. Mengasah Keterampilan Menulis Holistik

Selain memahami proses kreatif sebuah karya literasi, murid juga mengasah kemampuan menulisnya. Terlebih, Sekolah Cikal membiasakan murid untuk membuat esai atau artikel dalam proses belajar, sehingga kemampuan menulis holistik, yaitu menulis dengan memahami konteks dan memperhatikan isi, struktur, hingga dampaknya ke pembaca perlu terus diasah.


“Dari kegiatan menulis seperti resensi buku, murid dapat meningkatkan keterampilan penulisan secara umum, termasuk kemampuan menyusun paragraf yang efektif, mengembangkan ide secara terstruktur dan menggunakan bahasa persuasif. Keterampilan ini penting sebagai fondasi dalam pengerjaan proyek sekolah yang perlu format penulisan populer seperti artikel, esai, atau feature.” jelasnya. 


Baca juga : 3 Manfaat Kebiasaan Membaca Buku Bagi Anak Usia Dini




  1. Dorong Murid Lebih Percaya Diri dan Empati

Kunjungan ke Kepustakaan Populer Gramedia tak hanya sekedar mengenal karya sastra, tetapi juga menjadi wadah pengembangan diri murid, terutama dari sisi emosional dan sosial. Dengan berinteraksi di ruang baru hingga berdiskusi mengenai buku, murid mengembangkan rasa percaya diri dan mengelola emosi. 


“Kunjungan ini membantu murid mengembangkan rasa percaya diri saat berinteraksi di lingkungan baru, serta melatih kemampuan komunikasi saat berdiskusi dengan teman dan fasilitator. Murid juga belajar menghargai pendapat orang lain, mengelola emosi ketika menghadapi perbedaan pilihan buku, serta menumbuhkan empati melalui pemahaman berbagai sudut pandang dari buku yang mereka baca. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kemandirian, tanggung jawab, dan rasa ingin tahu yang tinggi.” kata Tyas. 

Baca juga : 4 Penulis Sekolah Cikal dan Pengalamannya di Festival Literasi Karya Raya 2025


4. Menguatkan 3 Kompetensi Cikal dalam Diri Murid  


Sebagai murid Sekolah Cikal yang dibekali oleh Kompetensi 5 Bintang Cikal untuk menghadapi kehidupan, tentunya pengalaman belajar nyata ke Kepustakaan Populer Gramedia memberi murid kesempatan untuk menguatkan Kompetensi 5 Bintang Cikal seperti Applying Knowledge and Skill, Communicative (Komunikatif), dan Reflective (Reflektif)

“Pada kompetensi, Applying Knowledge and Skill, murid mampu menerapkan pemahaman struktur resensi ke dalam tulisan yang utuh sekaligus mengasah kemampuan membaca kritis. Lalu Communicative, mereka belajar menyampaikan ide dan analisis secara jelas, baik melalui diskusi maupun tulisan, dan kompetensi Reflective, murid dilatih untuk merefleksikan pengalaman membaca, memahami pesan cerita, serta menilai karya secara objektif, sehingga membantu mereka mengenali perkembangan diri sebagai pembaca dan penulis.” tutupnya.(*)

Baca juga : 2 Cara Orang Tua Bangun Kebiasaan Membaca di Rumah




Informasi Cikal Support Center

Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs 




Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal 

  • Narasumber : Tyasti Aryandini, Homeroom Murid Kelas 6 SD Cikal Lebak Bulus

  • Editor : Salsabila Fitriana 

  • Penulis : Rahma Yulia 



I'M INTERESTED