Kunjungan Lapangan Belajar Transisi Teknologi, Murid SD Cikal Surabaya Asah 10 Kompetensi Diri

SD Cikal Surabaya Asah 10 Kompetensi Diri Murid Melalui Kunjungan Lapangan Teknologi

Durasi Waktu Baca : 5 Menit



Surabaya, SD Cikal Surabaya. SD Cikal Surabaya, khususnya murid-murid kelas 2 SD Cikal Surabaya, melakukan kunjungan lapangan ke museum Tekno Park dan museum Siola pada Februari 2026. 


Dalam kunjungan yang menerapkan 5 Cara Belajar Cikal ini, para murid SD Cikal Surabaya menikmati proses kunjungan lapangan untuk memahami transisi waktu masa kini dan masa lampau dalam konteks perkembangan teknologi transportasi dan komunikasi. 


Bagaimana gambaran penerapan cara belajar Cikal di jenjang SD Cikal Surabaya khususnya di kelas 2 SD? Penguatan kompetensi apa saja dalam diri murid kelas 2 SD Cikal Surabaya dalam kunjungan lapangan ini? Simak selengkapnya penjelasan Indra Lukas, Koordinator Field Trip murid kelas 2 SD Cikal Surabaya.



Misi Kunjungan Lapangan SD Cikal Surabaya

Indra Lukas, Homeroom dan Koordinator Field Trip SD Cikal Surabaya, menyatakan bahwa murid-murid SD Cikal Surabaya di kelas 2 saat ini tengah mempelajari Unit of Inquiry bertajuk masa kini dan masa lalu (Now and Then). 

Dalam konteks saat ini, murid kelas 2 sedang mempelajari Unit of Inquiry (UOI) 4 bertajuk Now and Then, yang secara khusus mengkaji perkembangan teknologi transportasi dan komunikasi dari masa lalu hingga masa kini.” ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa murid-murid kelas 2 secara kontekstual diperkenalkan pengaruh transisi perkembangan teknologi transportasi dan komunikasi dalam kehidupan nyata dan dengan bukti atau contoh yang lekat dengan keseharian.

“Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi murid untuk memperoleh pengalaman langsung, sehingga mereka dapat mengamati secara nyata (first-hand observation) perkembangan teknologi transportasi. Murid akan memahami bahwa teknologi transportasi pada masa lalu mengalami proses perkembangan (evolution and advancement) yang signifikan, sehingga memberikan kontribusi nyata dalam mempermudah aktivitas dan mobilitas masyarakat pada zamannya.” jelasnya.

Baca Juga : SD Cikal Surabaya Belajar Makna Migrasi melalui Overnight Field Trip Banyuwangi


Penerapan Cara Belajar Cikal dalam Kunjungan Lapangan

Indra menuturkan bahwa dalam perjalanan kunjungan lapangan ke dua museum yang lekat dengan transisi perkembangan teknologi transportasi dan komunikasi, ke-5 Cara Cikal diterapkan dan terintegrasi secara menyeluruh dalam setiap aspek pendekatan, interaksi, hingga refleksi.

“Secara umum, kegiatan Field Trip (FT) Year 2 Cikal Surabaya mencerminkan integrasi dari seluruh aspek Cara Belajar Cikal (5Cs), karena dirancang sebagai pengalaman belajar yang kontekstual, berkelanjutan, dan berpusat pada murid. Kegiatan ini menghubungkan pembelajaran di kelas dengan pengalaman nyata di luar kelas, sehingga murid dapat membangun pemahaman yang lebih bermakna.” jelasnya. 

Berikut adalah contoh sederhana penerapan Cara Belajar Cikal:

  1. Memberdayakan Konteks (Community Context

Murid belajar langsung dari lingkungan nyata melalui kunjungan ke Museum Tekno Park dan Museum Siola, sehingga mereka dapat melihat dan memahami penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Membangun Keberlanjutan (Constructive Continuity) 

Kegiatan Field Trip atau Kunjungan Lapangan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang berkelanjutan. Pengalaman yang diperoleh selama kunjungan tidak berhenti di lapangan, tetapi dilanjutkan melalui refleksi, diskusi, dan penguatan konsep di kelas sesuai dengan materi yang sedang dipelajari.

Baca Juga : Cerita Vira dan Aimee, Angkat Isu Pendidikan dan Raih Juara 2 di Korea Youth Summit 2026


Penguatan 10 Kompetensi Cikal dalam Diri Murid 

Indra menyatakan bahwa dalam perjalanan kunjungan lapangan mengenai pengembangan teknologi masa lampau dan kini, 10 Kompetensi Cikal dalam diri murid berupaya dikuatkan untuk berkembang lebih dalam dalam diri murid. 

“Melalui kegiatan Field Trip (FT) Year 2 Cikal Surabaya, terdapat beberapa kompetensi dari total 15 Kompetensi Cikal yang secara signifikan diasah dan dikembangkan pada murid, antara lain, Reflektif, Berkomitmen, Berwawasan, Berpikir Kritis, Inovatif, Komunikatif, Berprinsip, Bekerjasama,  Berpikiran Terbuka, dan Berorientasi Aksi. Dengan demikian, kegiatan FT ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar secara langsung, tetapi juga berperan dalam mengembangkan berbagai kompetensi penting yang mendukung pertumbuhan murid secara holistik.” ucapnya. 

Bagaimana beberapa gambarannya secara singkat, berikut penjelasannya:

  1. Dalam Bintang Cikal Pertama, Pelajar Mandiri (Self-Regulated Learner), kompetensi Reflektif (Reflective) dan Berkomitmen (Committed) diasah dengan murid mampu merefleksikan pengalaman belajar mereka setelah kegiatan serta menyelesaikan tugas yang diberikan, seperti lembar kerja dan proyek akhir.


  1. Dalam Bintang Kedua, Pribadi Bahagia dan Bijak (Emotionally, Morally, and Spiritually Rich), kompetensi Bekerjasama (Cooperative) dan Berprinsip (Principled) juga terinternalisasi melalui interaksi sosial selama kegiatan berlangsung, seperti bekerja sama dengan teman serta mengikuti aturan yang berlaku selama kunjungan.


  1. Dalam Bintang Ketiga, Pemikir Terlatih dan Efektif (Skillful and Effective Thinker),  kompetensi Berwawasan (Applying Knowledge and Skills), Berpikir Kritis (Critical Thinking), Inovatif (Innovative), dan Komunikatif (Communicative) berkembang melalui aktivitas eksplorasi di museum. Murid tidak hanya mengamati, tetapi juga membandingkan perkembangan teknologi dari masa ke masa, serta mengaitkannya dengan kehidupan mereka saat ini. Hal ini kemudian diperkuat melalui summative project, di mana murid merancang teknologi masa depan dan mempresentasikan ide mereka secara jelas.


  1. Dalam Bintang keempat, Individu Berwawasan Luas dan Berfisik Sehat (Broadminded and Physically Sound) kompetensi Berpikiran Terbuka (Open-Minded) berkembang ketika murid terpapar pada pengalaman baru di luar kelas dan memahami berbagai perspektif terkait perkembangan teknologi.


  1. Bintang Kelima, Menjadi Warga Dunia yang Berdaya (Empowering Member of Global Society),  kompetensi berorientasi aksi (Action-Oriented) mulai terlihat ketika murid tidak hanya memahami fungsi teknologi, tetapi juga mulai berpikir tentang bagaimana menciptakan solusi atau inovasi yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.(*)


Baca Juga : Cerita Wisang, Murid SMA Cikal Amri Setu, Terpilih dan Ikuti Nusantara Future Leaders 2025



Informasi Cikal Support Center


Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs 




Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal 

  • Narasumber : Indra Lukas, Homeroom dan Koordinator Field Trip Kelas 2 SD Cikal Surabaya

  • Editor : Layla Ali Umar 

  • Penulis : Salsabila Fitriana


I'M INTERESTED