Mengoptimalkan Potensi Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Pendekatan Seni Musik

Jakarta, Sekolah Cikal. Setiap anak yang terlahir di dunia memiliki potensi yang berbeda-beda. Begitu juga dengan anak-anak yang berkebutuhan khusus. Melalui berbagai pendekatan, salah satunya pendekatan seni, setiap potensi dari dalam diri anak akan dapat dioptimalkan.


Sebagai Sekolah yang ramah anak, Sekolah Cikal dan Rumah Main Cikal menyediakan Pendidikan Inklusi Cikal untuk anak-anak berkebutuhan khusus yang dimulai sejak usia dini hingga tingkat SMA. Pendidikan Inklusi Cikal berfokus pada setiap potensi individu, dengan tujuan mengoptimalkan keunikan, keragaman, kebutuhan, dan minat murid sebagai individu melalui berbagai pendekatan salah satunya musik.

Pendidikan Inklusi, Optimalkan Potensi


Menurut Husnul Chotimah, Kepala Pendidikan Inklusi Cikal, Pendidikan Inklusi Cikal dibentuk dengan kurikulum yang menekankan pada pengembangan keterampilan hidup mandiri dalam diri anak.


“Program belajar ini berupa kurikulum yang menekankan pada pengembangan keterampilan hidup mandiri dan vokasi yang dibuat dengan mempertimbangkan rutinitas dan kebutuhan anak dalam lingkungannya, serta didukung dengan keterampilan untuk mengembangkan aspek dalam diri untuk berinteraksi dan berelasi dengan orang lain.” ucap Husnul Chotimah, atau yang akrab disapa Nuli.


Ia juga menjelaskan bahwa berbagai aktivitas dan kolaborasi yang direncanakan dan didedikasikan antara Sekolah, Orang tua dan Guru untuk setiap anak berkebutuhan khusus di Sekolah Cikal dan Rumah Main Cikal juga difokuskan pada potensi setiap anak sebagai individu.


“Aktivitas dalam Pendidikan Inklusi Cikal berfokus pada potensi individu, dengan tujuan mengoptimalkan keunikan, keragaman, kebutuhan, dan minat murid yang dikembangkan melalui program pembelajaran individu.” tambahnya.


Pendekatan Seni Musik, Sarana Berekspresi Hingga Terapi


Menurut Nuli, banyak sekali manfaat yang akan diperoleh jika dilatih dengan serius, terutama untuk anak-anak melalui seni Musik.


“Seni dapat menumbuhkan rasa percaya diri, dan juga bisa menjadi sarana anak untuk berekspresi.. Selain sarana menumbuhkan percaya diri dan berekspresi, pendekatan seni juga dapat menjadi salah satu bentuk terapi, seperti menyanyi yang dapat melatih kemampuan berbicara anak sehingga membentuk artikulasi dan struktur kata yang tepat.” tuturnya.

(Ilustrasi Pendekatan Seni Vokal di Sekolah Cikal. Doc. Sekolah Cikal)


Dalam penerapannya di Cikal, salah satu kelebihan berkegiatan musik bagi anak berkebutuhan khusus adalah kegiatan ini dapat diakses dan dilakukan melalui berbagai cara yang berbeda, baik dengan cara mendengar (auditory), cara melihat (visual), dan dengan menggabungkan unsur mendengar (auditory) dan gerakan (kinestetik).

Menurut Mohammad Arif Rahman selaku Pengembang Program dan Kurikulum Sekolah Musik Cikal, pilihan instrumen musik yang diterapkan sebagai sarana terapi bagi ABK diberikan sesuai kebutuhan dan pilihan yang beragam. Dapat berupa perkusi sederhana (seperti tamborin, triangle, castanet) atau perkusi kompleks (seperti xylophone, angklung).


“Pilihan dari instrumen musik yang dapat dipelajari pun sangat beragam. Dapat disesuaikan dengan skala keinginan maupun kebutuhan. Kebutuhan yg dimaksud adalah kegiatan bermusik yang bertujuan untuk mendapatkan efek terapetik, misalnya untuk ABK yang membutuhkan treatment motorik kasar dapat memulai dengan instrumen perkusi, mulai dari perkusi sederhana yg berupa instrumen tunggal, atau kemudian bisa ditingkatkan dengan perkusi kompleks yg terdiri dari beberapa alat dalam satu kesatuan seperti drum set, atau bisa juga dengan alat musik perkusi melodis.” jelas Arif atau yang lebih akrab disapa Om Arif.


Apabila anak berkebutuhan khusus membutuhkan penanganan yang tepat menghadapi gangguan fokus, menurut Arif, pendidik atau orang tua dapat menerapkan pendekatan musik dengan instrumen yang memberikan stimulus kompleks, perpaduan antara treatment motorik halus dengan fokus pada letak nada spesifik seperti instrument piano.


Alur Belajar Dengan Pendekatan Musik Saat Daring


Menurut Arif, proses belajar musik bagi anak-anak berkebutuhan khusus di masa pandemi ini dapat dilakukan secara daring. Anak membutuhkan pendamping yang menemani dan membimbing secara langsung di sisi sang anak, khususnya bagi yang masih membutuhkan. Pendamping bertugas mengawasi fokus dan memandu kemandirian anak ketika belajar.

Ia pun menjelaskan bahwa selama proses belajar daring murid dengan pendekatan musik dapat dilakukan dengan cara berikut,

  1. Guru memberikan stimulus bunyi dalam bentuk file audio dan anak menyimak, mendengarkan kemudian menirukan.
  2. Kedua, guru memberikan contoh memainkan instrumen dan secara visual anak menirukannya.
  3. Ketiga, guru memberikan teks notasi musik dan anak membacanya dengan bimbingan secara daring.
  4. Keempat, guru memberikan instruksi berupa kodifikasi solmisasi dan kemudian murid memainkan instrumennya sesuai dengan nada yang diinstruksikan.
  5. Dan yang terakhir guru dapat melakukan koordinasi materi dengan beberapa guru musik yang mengajar murid lain, kemudian dari beberapa anak yang memainkan materi yang sama dengan instrumen yang berbeda dapat dikolaborasikan dan hasil belajar kemudian digabungkan ke dalam bentuk penyajian video kompilasi.

Bagi Nuli, Sekolah Cikal dan Rumah Main Cikal selalu mengupayakan terciptanya suasana belajar yang tetap terarah dan bermakna melalui pendidikan inklusi Cikal.


“Sekolah Cikal memberikan arahan perihal tujuan belajar dan strategi yang bisa digunakan oleh orangtua. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengenali sumber daya yang ada di rumah sebagai pertimbangan dalam melakukan perubahan dan penyesuaian yang akan diterapkan pada kegiatan dan proses belajar harian.” ucap Nuli. (*)

----

Artikel dari Sekolah Cikal ini pun telah dipublikasikan di https://www.temanautis.org/artikel/mengoptimalkan-potensi-anak-berkebutuhan-khusus-melalui-pendekatan-seni-musik

ENROLL NOW