Proyek Kulminasi Sekolah Cikal Tidak Berorientasi Nilai!

Sekolah Cikal. Di era transformasi pendidikan, proses pembelajaran kini tidak lagi berbasis konvensional dan berorientasi pada nilai, melainkan pada pengembangan kompetensi dan karakter yang akan mengasah diri murid untuk dapat bertahan hidup di masa depan.


Sekolah Cikal telah menerapkan praktik pembelajaran tersebut dengan memvariasikan proyek asesmen pengembangan kompetensi murid melalui Proyek Kulminasi (Culminating Project), sebuah proyek akhir yang berorientasi pada upaya menganalisis masalah-masalah yang terjadi dalam dunia serta mencoba mencari solusi yang tepat untuk masalah tersebut. Proyek Kulminasi yang juga merupakan syarat kelulusan bagi murid kelas 9 Sekolah Cikal Serpong telah dijalankan pada tanggal 8-9 April 2021.



(Pelaksanaan Proyek Kulminasi (Culminating Project) Year 9 Sekolah Cikal Serpong. Doc. Sekolah Cikal)


Proyek Kulminasi, Bukti Setiap Anak Memiliki Potensi

Bagi Najelaa Shihab, selaku Head of School Sekolah Cikal, menyatakan bahwa upaya, karya dan proses refleksi yang dijalankan oleh murid-murid kelas 9 Sekolah Cikal Serpong di acara Culminating Project “The Power of Creativity” menunjukkan bukti bahwa setiap anak semakin memiliki potensi yang besar dan terus bertumbuh menjadi sebaik-baiknya manusia.

“Dalam proyek ini, murid-murid kelas 9 melakukan serangkaian proses dan tahapan riset, membuat sebuah inovasi yang penuh dengan tantangan dan bermakna. Bagi saya, karya dan proses refleksi yang mereka lakukan untuk karya-karya tersebut benar-benar menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi yang besar dan akan senantiasa bertumbuh untuk menjadi sebaik-baiknya manusia.” tulis Najelaa melalui buklet karya murid kelas 9 Sekolah Cikal Serpong.

Berbagai karya yang diciptakan oleh murid kelas 9 Sekolah Cikal Serpong antara lain, bertemakan kesehatan mental, lingkungan, dan juga pengembangan game.

(Momen presentasi murid kelas 9 Sekolah Cikal Serpong melalui kanal youtube Sekolah Cikal official pada 9 April 2021. Doc. Sekolah Cikal)


Bukan Hanya Kemampuan Praktis, dan Tidak Berorientasi Nilai


Bagi murid kelas 9 Sekolah Cikal Serpong, Culminating Project adalah proyek besar pertama yang dilakukan. Di dalam proyek kulminasi (Culminating Project) ini, menurut Dirayanti Bungawardani, selaku Wali kelas 9, murid-murid diharapkan untuk membuat ‘’kriteria sukses’’ mereka sendiri selain memenuhi standar teknis pengumpulan proyek laporan, presentasi, poster, dan produk. Jadi, tidak ada orientasi nilai tertentu.


“Tentunya ada hal-hal yang standar yang harus mereka unggah seperti laporan, presentasi, poster, dan produk. Namun, berhasil atau tidaknya proyek murid-murid itu ditentukan oleh proses refleksi yang kami hadirkan dalam setiap prosesnya, karena kami selalu menantang murid untuk melebihi kriteria sukses yang mereka buat.” jelas Dirayanti.


Proyek kulminasi kelas 9 Sekolah Cikal Serpong ini juga menjadi sarana menunjukkan gabungan kompetensi yang telah mereka dapatkan selama tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Cikal merujuk pada visi Cikal yakni Kompetensi 5 Bintang Cikal.


”Meskipun murid dalam keterbatasan belajar daring, namun kami berharap tidak akan ada hal yang membatasi kreativitas mereka dalam memberikan solusi permasalahan sosial. Melalui Culminating Project ini kami berharap murid dapat mengembangkan, bukan saja hanya dalam kemampuan praktik, tapi juga dalam kemampuan sikap, baik itu mandiri, komitmen, dan reflektif, peduli berorientasi pada aksi, dan kepemimpinan.” tambah Dirayanti.


Semoga kompetensi yang murid-murid kembangkan dalam proyek ini dapat dikembangkan dan ditingkatkan saat mereka melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi untuk menyelesaikan masalah di kehidupan bermasyarakat. (*)


Informasi lebih lanjut tentang Culminating Project Sekolah Cikal Serpong



 


ENROLL NOW