Mengenal Pola Asuh Otoritatif, Pola Asuh Tepat untuk Masa Kini!

Mengenal Pola Asuh Otoritatif, Pola Asuh Tepat untuk Masa Kini!

Durasi Waktu Baca : 3 Menit



Jakarta, Sekolah Cikal. Di masa kini atau yang lebih lekat dengan penyebutan di “Zaman Now”, perkembangan teknologi memberikan pengaruh yang sangat kuat terhadap pengembangan diri anak.  Trend pengasuhan anak menjadi salah satu tantangan yang perlu dipahami dengan baik oleh orang tua agar dapat memberikan pendampingan yang tepat bagi anak-anak.  


Konselor Anak  dan juga Psikolog Klinis di Sekolah Cikal Lebak Bulus, Nisrina Putri Anandiva, M.Psi., Psikolog, mengungkapkan bahwa pola asuh yang paling ideal untuk diterapkan di masa kini, khususnya bagi Generasi Alpha, adalah Pola Asuh Otoritatif. 


(Pola Asuh Otoritatif. Pola asuh paling ideal bagi generasi Alpha. Dok.Cikal)


Apa sebenarnya pola asuh otoritatif itu dan apa pengaruhnya pada anak? Selengkapnya, simak berikut ini! 




Pengertian Pola Asuh Otoritatif 

Psikolog Nisrina atau yang lekat disapa Nana ini menjelaskan bahwa pola asuh otoritatif (authoritative parenting). merupakan pola asuh yang mengedepankan keseimbangan antara aturan, batasan, dan kebebasan yang esensial pada anak. 


“Menurut saya, pola asuh yang paling ideal untuk diterapkan saat ini adalah pola asuh yang seimbang. Orang tua dapat berusaha untuk hadir untuk anak, memberikan kehangatan, dan kebebasan kepada anak. Namun, di saat yang  bersamaan, orang tua tetap memberikan aturan dan batasan yang jelas kepada anak. Dalam ilmu psikologi dan perkembangan anak, pola asuh seperti ini dikenal dengan sebutan pengasuhan otoritatif (authoritative parenting).” jelasnya.


Baca juga : Pahami Arti Pola Asuh dan Pengaruhnya Pada Kepribadian Anak




Gambaran Pola Asuh Otoritatif


Nisrina, dalam hal ini, juga menggambarkan bahwa peranan orang tua dalam pola asuh ororitatif mengedepankan kadar atau kapasitas yang “Cukup”, baik itu dalam membuat aturan, membuat batasan, memberikan batuan, memberikan kebebasan, dan masih banyak lagi. 


“Hal yang terpenting dalam menerapkan pola asuh otoritatif di era modern ini adalah memperlakukan anak dengan kadar yang cukup. Misalnya, dalam memberikan bantuan kepada anak, orang tua boleh memberikan bantuan ketika anak mengalami kesulitan atau hambatan (secukupnya atau tidak berlebihan). Mengapa demikian? Karena ketika orang tua memberikan bantuan secara berlebihan, anak menjadi tidak belajar untuk bisa menyelesaikan masalahnya dengan mandiri. Padahal, keterampilan memecahkan masalah adalah keterampilan yang sangat penting untuk dimiliki anak hingga dewasa.” ungkapnya detil.


Mengacu pada gambaran tersebut, tidak ada aturan, batasan atau kebebasan yang terlampau berlebihan yang ditujukan kepada anak dalam proses tumbuh kembangnya. 


Baca Juga : Orang Tua, Pahami Cara Tepat dan Dampak Positif Apresiasi Anak dalam Proses Belajar





Kunci Penting Pola Asuh Otoritatif 


Bagi orang tua yang ingin menerapkan pola asuh otoritatif, Psikolog Nana menyebutkan bahwa kunci penting yang harus selalu dipegang adalah membangun dan menerapkan komunikasi terbuka dengan anak secara konsisten. 


“Hal mendasar yang perlu dilakukan orang tua (dalam menerapkan pola asuh otoritatif) adalah membangun komunikasi terbuka dengan anak. Melalui komunikasi terbuka, orang tua memberikan kesempatan kepada anak untuk bisa bebas berpendapat, memberikan batasan dan aturan kepada anak, memberikan tugas atau ekspektasi kepada anak, serta memberikan penjelasan kepada anak tentang pentingnya melakukan tanggung jawab atau tugas yang diminta.” jelasnya. 


Dengan keterbukaan komunikasi, Ia menambahkan bahwa anak juga akan terdorong dan terlatih untuk terbuka dalam menyampaikan perasaan dan pikirannya. Pada saat yang bersamaan, orang tua dan anak juga sama-sama saling memahami perasaan satu sama lain.


“Dalam pola asuh ini, penting bagi orang tua untuk melibatkan anak dalam proses pembuatan aturan dan batasan, seperti dengan mengajak anak berdiskusi dan membuat kesepakatan bersama. Dalam proses berdiskusi, orang tua dan anak juga belajar mencoba memahami perasaan dan perspektif atau pandangan satu sama lain.” imbuhnya. (*)


Baca Juga:  3 Tips Kembangkan Kemampuan Literasi Anak Sejak Dini Ala Orang Tua Murid Sekolah Cikal





Informasi Cikal Support Center 

Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut :+62 811-1051-1178




Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal 

  • Narasumber :  Nisrina Putri Anandiva, M.Psi., Psikolog. Konselor Anak di Sekolah Cikal Lebak Bulus 


Nisrina Putri Anandiva, M.Psi., Psikolog. Atau yang lekat disapa Miss Nana adalah konselor di Sekolah Cikal Lebak Bulus. Ms. Nana lulus dari Program Magister Profesi Psikologi Klinis Anak, Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia pada tahun 2023 dan lulus dari Program Sarjana Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia. 


Selain menjadi konselor di Sekolah Cikal, Ms. Nana saat ini juga berpraktik sebagai psikolog klinis anak dan menangani berbagai isu dan masalah psikologis, seperti masalah regulasi emosi, masalah atensi dan perilaku, tumbuh kembang anak, dan pengasuhan. 


  • Editor : Layla Ali Umar 

  • Penulis : Salsabila Fitriana

I'M INTERESTED