Lahirkan Peneliti Muda Sains dan Teknologi, Begini Cara Guru Sekolah Cikal Surabaya Mengajarkannya!

Surabaya, Sekolah Cikal. Menciptakan suasana belajar sains yang menyenangkan saat pembelajaran jarak jauh dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menghadirkan diferensiasi dan metode menyenangkan dalam pemetaan belajar anak. 


Sebagai salah satu sekolah terbaik di Surabaya, Sekolah Cikal Surabaya membuat pendekatan belajar sains berbeda dari sekolah pada umumnya, yakni dengan tidak meminta murid menghafal nama-nama organ dan fungsinya, melainkan dengan merefleksikan dan mengaitkannya dengan kebiasaan sehari-hari. 


Lakukan Refleksi dan Studi Kasus 


Menurut Rani, pendidik Sains, Sekolah Cikal Surabaya, dalam proses pembelajaran daring setiap anak tidak diberikan tugas menghafal atau merangkum, melainkan membuat proyek yang menyesuaikan kompetensi mereka terkait tema pembelajaran saat itu.


“Murid-murid diberikan kebebasan dalam membuat proyek menyesuaikan kompetensi mereka, baik dengan membuat video, atau menulis. Dan guru memberikan diferensiasi dalam penyajian hasil eksperimen murid dari rumah.” ucapnya. 


(Momen murid Sekolah Cikal Surabaya melakukan pameran personal project berdasarkan kondisi kontekstual pada April 2021. Dok Cikal)


Ia pun menambahkan bahwa dalam proses belajar saat ini, guru semakin tertantang untuk mendorong anak-anak menerapkan sains di keseharian mereka di rumah. 


“Kami di Cikal berupaya mengajarkan tentang berpikir kritis untuk meningkatkan inkuirinya, tidak menghafal tapi lebih memahami. Baik itu sistem tubuh, pernapasan, makhluk hidup, dan sebagainya. Jadi, bukan hanya berdasarkan konten materi (content based), melainkan studi kasus (study case).” tambah Rani.


Rani pun mengilustrasikan cara pembelajaran Sains di Cikal seperti pada program Sains kelas 1 sekolah dasar yang dimulai dari belajar hal terdekat dan sehari-hari agar lebih dimaknai oleh murid.


“Seperti sumber alam, manusia itu butuh apa untuk hidup? Matahari misalnya, kenapa, dan jika tanpa matahari bagaimana? Kemudian, jika air, kalau ada air bagaimana hidup kita ya? Lalu, kalau tidak bagaimana?” cerita Rani.



Lahirnya Peneliti Muda Indonesia 


Sekolah Cikal yang menerapkan pembelajaran berbasis kompetensi ini banyak melahirkan peneliti muda di bidang sains dan teknologi yang menciptakan ragam inovasi, antara lain adalah Rangga Pandu Saputra, Bening Hati Manggali, serta Hisyam Darius Haffian Amadeo.


Menurut Hasto Pidekso, Kepala Sekolah Cikal Surabaya, dalam aktivitas kelas, kompetensi pengerjaan proyek selalu ada dalam setiap program sehingga murid dapat memilih program atau kriteria yang sesuai minat.


“Jika dikatakan Sekolah Cikal melahirkan peneliti muda Indonesia, saya setuju. Mengingat murid-murid terbiasa dalam aktivitas kelas, kompetensi pengerjaan proyek selalu ada dalam setiap program sehingga murid dapat memilih program atau kriteria yang sesuai minat. Topik yang dipilih juga sangat dekat dan aplikatif, bukan sekedar konsep atau teori.” jelas Hasto. 


Beberapa contoh murid yang berhasil lahir sebagai peneliti muda antara lain Pandu Saputra dan Bening Hati Manggali berhasil membuat aplikasi bernama Loqee untuk membantu orang tua mengawasi penggunaan gadget anak-anak mereka dan memperoleh juara 2 Kompetisi Peneliti Muda Surabaya pada tahun 2019. Selain Pandu dan Bening, ada pula Hisyam Darius Haffian Amadeo yang sukses membuat purwawuka (prototype) baterai ramah lingkungan pada April 2021.


(Momen saat Pandu dan Bening memenangkan kompetisi peneliti muda tahun 2019, dan momen Hisyam memaparkan hasil risetnya “Organic Battery” melalui Kanal Youtube Sekolah Cikal Official, pada 22 April 2021. Doc. Sekolah Cikal)


Di tahun ini, Hisyam pun berhasil meraih juara ke-3 di kompetisi peneliti muda se-Jawa Timur dan melangkah ke tingkat nasional dengan membawa proyek risetnya “Heira (Healing Respirator)” . 


Merujuk pada keberhasilan Hisyam, Pandu, dan Bening proses pembelajaran Sains di Sekolah Cikal sebenarnya itu terletak pada pemahaman dan keinginan untuk menghubungkan kondisi sekitar secara kontekstual dan menciptakan inovasi kondisi sesuai kondisi terkini. (*)

I'M INTERESTED