SD Cikal Lebak Bulus Gerakkan Kampanye Pubertas dan Kuatkan 4 Kompetensi Diri Murid

SD Cikal Lebak Bulus Gerakkan Kampanye Pubertas di SDN Rawajati Kalibata

Durasi Waktu Baca : 3 Menit



Jakarta, SD Cikal Lebak Bulus. Murid-murid kelas 5 dari SD Cikal Lebak Bulus menggerakkan kegiatan inspiratif bertajuk Kampanye Pubertas (Campaign Puberty) di SDN Rawajati 06 Kalibata untuk berbagi pengetahuan dan praktik pemahaman konsep mengenai pembelajaran perubahan masa pra-remaja pada 


Menurut Annida Anastiani, S. Psi., M. Psi., Psikolog, Konselor SD Cikal Lebak Bulus dan juga Mentor kegiatan dari Kampanye Pubertas Remaja di SD Cikal Lebak Bulus menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu dari cerminan cara belajar Cikal yakni membangun keberlanjutan dari pemahaman murid terkait pembelajaran perubahan dalam masa Pra-Remaja yang dipelajari para murid di  Integrated Program dan Personal and Social Education (PSE) di SD Cikal Lebak Bulus.




(Murid SD Cikal Lebak Bulus belajar bersama murid SDN Rawajati 06 Kalibata tentang masa praremaja.Dok.Cikal)


Seperti apa sejatinya misi, makna dan pengaruh dari kegiatan ini pada murid-murid SD Cikal Lebak Bulus? Mari simak selengkapnya berikut ini!



Misi Kampanye Pubertas SD Cikal Lebak Bulus

Annida menuturkan bahwa kegiatan Kampanye Pubertas SD Cikal Lebak Bulus yang merupakan gambaran nyata dari praktik Cikal Aksi-Aksi murid SD membawa dua misi yakni menjadikan kegiatan kampanye pubertas sebagai sarana berbagi pengetahuan dengan teman sebaya, dan menjadi ruang diskusi interaktif dan bermakna antara sesama murid SD. 


“Kegiatan puberty campaign ini merupakan selebrasi pembelajaran di kelas 5 karena memiliki tema pembelajaran terkait dengan Perubahan dalam Masa Pra-Remaja. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana berbagi pengetahuan, tetapi juga membuka ruang diskusi yang interaktif dan bermakna antar murid. puberty campaign dipilih sebagai kegiatan selebrasi yang dapat membantu murid untuk lebih berdampak pada komunitas di sekitarnya.” ujar psikolog yang lekat dengan pendampingan tumbuh kembang murid-murid di Sekolah Cikal Lebak Bulus.

Baca Juga : Murid SD Cikal Lebak Bulus Belajar Proses Kreatif dan Resensi Buku di Kepustakaan Populer Gramedia! 


Media Kampanye Pubertas SD Cikal Lebak Bulus

Proses menyuarakan dan berbagi praktik baik seputar pubertas di SDN Rawajati 06 Kalibata oleh murid-murid Cikal dilakukan dengan mengggunakan media “Buku” yang telah dipersiapkan sebelum berkunjung dan berdiskusi dengan murid-murid SDn Rawajati 06.


“Dalam proses persiapannya, murid secara kolaboratif menuangkan hasil pembelajaran mereka ke dalam sebuah buku. Buku tersebut memuat berbagai topik yang relevan dengan kehidupan anak pra-remaja, seperti tekanan teman sebaya, ketidakpercayaan diri, perasaan suka (crush), asumsi dan konflik, serta sikap posesif dalam pertemanan. Setiap kelompok berfokus untuk menjelaskan satu topik pada buku tersebut.” jelasnya.



(Tiga Cover Buku yang dibuat oleh murid SD Cikal Lebak Bulus sebagai media kampanye pubertas. Dok.Cikal)


Ia juga menambahkan bahwa Buku juga menjadi salah satu refleksi nyata dari pemahaman dan keterampilan murid SD Cikal Lebak Bulus untuk berbagi pengetahuan dengan cara yang lebih bermakna.  


“Pembuatan buku dipilih sebagai asesmen yang diharapkan dapat mengevaluasi pemahaman dan keterampilan murid dengan lebih bermakna.” tambahnya.


Setelah berbagi informasi dan pengetahuan mengenai berbagai tema relevan yang tercakup dalam buku karya murid, murid SD Cikal Lebak Bulus dan SDN Rawajati pun melakukan diskusi kelompok yang menghasilan beragam refleksi inspiratif yang dibagikan satu sama lain dari tema pubertas dan topik-topik relevan yang didiskusikan bersama-sama.


Baca Juga : Kunjungan Lapangan Belajar Transisi Teknologi, Murid SD Cikal Surabaya Asah 10 Kompetensi Diri 



Cerita Refleksi dari Perwakilan Murid SD Cikal 


Archie, salah satu murid kelas 5 SD Cikal Lebak Bulus, yang mengikuti kegiatan Cikal Aksi-Aksi Kampanye Pubertas di SDN Rawajati 06 menyampaikan cerita refleksinya secara singkat. Ia menceritakan bahwa ia dan teman-temannya menyampaikan kampanye mengenai Mood Swing dalam diri remaja. 

  

“Tujuan kampanye ini meningkatkan pemahaman untuk teman-teman remaja. Saat kampanye, aku dan timku membahas mengenai mood-swing dalam diri remaja ke teman-teman di SDN Rawajati 06 Kalibata. Kita membuat penjelasan dalam buku terlebih dahulu sebelum kampanye, dari penyebab, dampak, hingga strategi yang kami buat dari proses belajar Integrated program dan PSE dan riset bersama kakak kelas.” ucapnya. 



(Archie salah satu murid SD Cikal berbagi cerita tentang pengalaman kampanye pubertas. Dok.Cikal)


Setelah melakukan kampanye pubertas, Archie juga menuturkan bahwa ia memahami bahwa kampanye seperti ini sangat penting dilakukan dan ia mengasah dengan baik kemampuan berpikirnya secara terbuka mengenai pubertas, khususnya mood-swing.

“Setelah kampanye, aku  sadar bahwa kampanye seperti ini sangat penting buat aku dan teman-teman sebayaku yang masih belum tau tentang pubertas. Aku senang bisa menjelaskan tentang mood-swing. Aku sadar bahwa  pubertas adalah fase normal yang akan terjadi dalam hidupku, jadi aku tidak perlu panik akan perubahan itu dan sudah lebih siap.” tambahnya.

Baca Juga : Bilqis, Murid SD Cikal Lebak Bulus, Cetak Prestasi Pertamanya di Kompetisi Piano Internasional 



Pengaruh Kampanye Pubertas pada Pengembangan Diri Anak


Sebagai sekolah dasar swasta nasional yang berbasis kompetensi terbaik di Jakarta Selatan, SD Cikal Lebak Bulus dalam hal ini, menurut Nida, berupaya untuk mengasah kompetensi dalam setiap aksi dan praktik baik yang dijalankan dalam berkegiatan, belajar, dan bertumbuh. 


Dari Kampanye Pubertas yang digerakkan sebagai bagian dari rangkaian Cikal Aksi-Aksi, Nida menegaskan bahwa pengaruh yang signifikan erat kaitannya dengan pengembangan kemampuan sosial dan emosional dari setiap diri anak dan pengembangan beberapa kompetensi yang sejalan dengan 15 Kompetensi yang diupayakan tumbuh dalam diri murid, misalnya, berpikiran terbuka (Open-Minded), berorientasi aksi (Action Oriented), Peduli (Caring), dan Kepemimpinan yang Berdampak. 


“Setelah mengikuti proses dan aksi puberty campaign, pemikiran para murid mengenai pubertas dan masa pra-remaja menjadi lebih terbuka. Hal ini membantu mereka menjadi lebih siap dalam menjalani perubahan, terutama perubahan fisik. Mereka juga terlihat sedang mengembangkan kemampuan mereka dalam menerapkan strategi terkait dengan isu-isu perubahan fisik. Meskipun masih membutuhkan bimbingan untuk menerapkan strategi yang sesuai, para murid menjadi lebih peka terhadap isu-isu yang berkaitan dengan perubahan emosi dan sosial.” jelasnya.

Tak hanya menumbuhkan dan menguatkan kompetensi-kompetensi dalam diri setiap murid yang terlibat, Nida sebagai Konselor SD Cikal Lebak Bulus juga menekankan bahwa rangkaian dari aksi dan kegiatan kampanye pubertas ini dapat mendukung setiap murid sebagai Individu dapat memahami proses pubertas atas diri mereka sendiri dan terhadap isu pubertas di sekitar mereka.

“Melalui pembelajaran di kelas dan puberty campaign, tujuan pembelajaran tidak hanya menyasar pada bagaimana anak dapat memahami proses pubertas dan masa pra-remaja diri mereka sendiri karena mereka juga belajar bahwa setiap anak memiliki proses dan isu tersendiri. Harapannya, para murid mampu untuk memahami dan menghargai proses perubahan yang terjadi pada teman mereka, serta dapat merespon dengan sesuai ketika teman sedang menghadapi isu terkait pubertas.” imbuhnya.(*)

Baca Juga : Dukung Perlindungan dan Pelestarian Hewan, Murid SMP Cikal Lebak Bulus Berkunjung ke Animal Shelter! 




Informasi Cikal Support Center


Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs 




Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal 

  • Narasumber : Annida Anastiani, S. Psi., M. Psi., Psikolog, Konselor SD Cikal Lebak Bulus dan juga Mentor kegiatan dari Kampanye Pubertas Remaja di SD Cikal Lebak Bulus

  • Editor : Layla Ali Umar 

  • Penulis : Salsabila Fitriana


I'M INTERESTED